Sejarah Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bekas Pangkalan Militer di Era Perang Pasifik

Sabtu, 11 Juni 2022 - 12:53 WIB
Dilanisr dari tniad.mil.id, Pentingnya posisi Bandara Pondok Cabe dibuktikan dari penempatan pesawat tempur sekutu kala itu. Jet tempur taktis sekutu seperti Hawker Hurricane milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (Royal Air Force/RAF), Vickers Vildebeest, dan bomber torpedo Fairey Albacore, ditempatkan di sini dalam jumlah besar di bawah Skuadron 36 dan Skuadron 100 RAF.

Bandara Udara Pondok Cabe ini dulunya merupakan pangkalan militer di era Perang Pasifik. Pasukan sekutu yang datang ke Jawa pada 1942, menyiapkan rencana pertahanan udara.

Dalam rencana tersebut disiapkan sejumlah lapangan terbang di bagian barat Jawa, yakni Pondok Tjabe (Pondok Cabe), Tjisaoek (Cisauk), Andir (kini Lanud Husein Sastranegara) di Bandung, dan Tasikmalaya. Masing-masing diberi 32 pesawat tempur.

Pondok Tjabe dan Tjisaoek dinilai cocok untuk tempat perlindungan karena tersamar oleh kerimbunan sekitar. Pondok Tjabe secara khusus direncanakan menerima dua skuadron pesawat tempur Hawker Hurricane milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (Royal Air Force/RAF).

Rencana berubah ketika Jepang telah menyerang Sumatera. Pondok Tjabe menerima 25 unit Hawker Hurricane RAF yang sebagian besar belum siap beroperasi.

Baca juga : Sejarah Bandara Kemayoran, Saksi Bisu Konferensi Asia Afrika dan Asian Games 1962
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!