Usai Formula E Jakarta, PAN Dorong Program Keberlanjutan Lingkungan
Senin, 06 Juni 2022 - 12:19 WIB
Adu balap Formula E Jakarta di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (4/6/2022). Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
JAKARTA - Ajang balapan Formula E di Jakarta sukses di gelar Sabtu (4/6/2022) mendapat respon positif banyak pihak. Presiden Jokowi menilai ajang balap ini sebagai ajang balap masa depan.
Jubir Muda Partai Amanat Nasional Dimas Prakoso Akbar membuka alasan mengapa PAN mendukung sejak awal direncanakan. Baca juga: Jubir Muda PAN Dimas ke Giring: Kritik Kebijakan Jangan Personal
”Kami mendukung penuh event ini, karena sesuai concern PAN terhadap isu lingkungan, apalagi kota metropolis seperti Jakarta diharapkan percontohan sebagai kota menuju rendah atau bebas emisi. Masa ajang balapan ramah lingkungan engga kita dukung?,” ujar Dimas, Senin (6/6/2022).
Dimas pun merespon kritik-kritik yang menganggap Formula E tidak se-populer Formula 1. Sebab, ajang balapan ini masih baru jika dibangdikan F1 yang sudah diselenggarakan sejak tahun 1950.
”Ingat, ini adalah ajang balapan yang menjadi terobosan dalam mengkampanyekan kelestarian lingkungan hidup. Hal ini terbukti dari emisi karbon yang dikeluarkan berbeda signifikan dengan F1. Pak Jokowi saja mengakui ini tontonan masa depan,” tambah Dimas.
Dari data yang di dapat tentang F1 pada kompetisi tahun 2019, total emisi karbon yang dihasilkan mencapai 256 ribu ton selama 1 musim sedangkan Formula E menghasilkan 45 ribu ton selama 1 musim.
Jubir Muda Partai Amanat Nasional Dimas Prakoso Akbar membuka alasan mengapa PAN mendukung sejak awal direncanakan. Baca juga: Jubir Muda PAN Dimas ke Giring: Kritik Kebijakan Jangan Personal
”Kami mendukung penuh event ini, karena sesuai concern PAN terhadap isu lingkungan, apalagi kota metropolis seperti Jakarta diharapkan percontohan sebagai kota menuju rendah atau bebas emisi. Masa ajang balapan ramah lingkungan engga kita dukung?,” ujar Dimas, Senin (6/6/2022).
Dimas pun merespon kritik-kritik yang menganggap Formula E tidak se-populer Formula 1. Sebab, ajang balapan ini masih baru jika dibangdikan F1 yang sudah diselenggarakan sejak tahun 1950.
”Ingat, ini adalah ajang balapan yang menjadi terobosan dalam mengkampanyekan kelestarian lingkungan hidup. Hal ini terbukti dari emisi karbon yang dikeluarkan berbeda signifikan dengan F1. Pak Jokowi saja mengakui ini tontonan masa depan,” tambah Dimas.
Dari data yang di dapat tentang F1 pada kompetisi tahun 2019, total emisi karbon yang dihasilkan mencapai 256 ribu ton selama 1 musim sedangkan Formula E menghasilkan 45 ribu ton selama 1 musim.
Lihat Juga :