Dugaan Aliran Dana Korupsi di Musda V Versi Ade Puspitasari, Ini Reaksi Tokoh Golkar Kota Bekasi
Kamis, 02 Juni 2022 - 17:18 WIB
"Kita berharap kepada Mahkamah Partai segera memberikan sikap atas adanya gugatan pada Musda V DPD Partai Golkar Kota Bekasi. Dalam kasus korupsi Rahmat Effendi ada aliran dana dalam Musyawarah Daerah V Partai Golkar Kota Bekasi. Jadi, serahin Partai Golkar ke kader yang bersih. Kalau masih dibiarkan Golkar Kota Bekasi dipegang Ade Puspitasari, Pak Airlangga sama saja mencoreng mukanya sendiri. Harusnya DPP segera mensikapi agar tidak mencoreng nama baik kita, apalagi Pemilu sudah dekat. Bisa-bisa 2024 tidak ada memilih Partai Golkar di Kota Bekasi," beber Tamimah.
"Orang kagak bakal mau ngikutin Partai Golkar kalau DPD Golkar Kota Bekasi dipimpin sama Ade. Jadi, saya berharap segera Ade diberhentiin dah. Jangan sampai kelamaan sebab kita mau menyambut Pemilu apalagi Pilpres. Bisa rugi nanti Golkar," sambungnya.
H Yusuf Naseh, Tokoh Partai Golkar yang juga mantan Anggota DPRD Kota Bekasi mengatakan, sebetulnya dirinya sudah menduga dari awal, bahkan sebelum Musda dirinya mengharapkan Ketua DPD yang lama jangan memaksakan untuk menciptakan anaknya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi.
"Sekarang ini KPK sudah membuka bahwa ada aliran dana korupsi yang mengalir di Musda V DPD Partai Golkar Kota Bekasi versi Ade Puspitasari. Sebaiknya Ade mundur aja dah dari sekarang. Karena kalau begitu dia sudah tidak punya kredibilitas bahwa nggak punya nilai. Jadi, lebih baik mundur serahkan pada orang lain itu kan lebih baik untuk Partai Golkarnya apalagi nanti kita bicara Pilkada dan Pilpres di 2024," ujarnya.
Soal polemik dua kubu Musda V DPD Golkar Kota Bekasi yang saat ini sedang di gugatan Mahkamah Partai, Bang Yunas sapaan akrabnya, menuturkan Mahkamah Partai itu kan orang-orang pandai semua. Orang-orang yang mempunyai wawasan tinggi kemudian orang-orang yang punya rencana masa depan yang luar biasa serta mereka bisa menilai untuk seluruh DPD di Indonesia tidak cuma di Kota Bekasi.
"Orang kagak bakal mau ngikutin Partai Golkar kalau DPD Golkar Kota Bekasi dipimpin sama Ade. Jadi, saya berharap segera Ade diberhentiin dah. Jangan sampai kelamaan sebab kita mau menyambut Pemilu apalagi Pilpres. Bisa rugi nanti Golkar," sambungnya.
H Yusuf Naseh, Tokoh Partai Golkar yang juga mantan Anggota DPRD Kota Bekasi mengatakan, sebetulnya dirinya sudah menduga dari awal, bahkan sebelum Musda dirinya mengharapkan Ketua DPD yang lama jangan memaksakan untuk menciptakan anaknya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi.
"Sekarang ini KPK sudah membuka bahwa ada aliran dana korupsi yang mengalir di Musda V DPD Partai Golkar Kota Bekasi versi Ade Puspitasari. Sebaiknya Ade mundur aja dah dari sekarang. Karena kalau begitu dia sudah tidak punya kredibilitas bahwa nggak punya nilai. Jadi, lebih baik mundur serahkan pada orang lain itu kan lebih baik untuk Partai Golkarnya apalagi nanti kita bicara Pilkada dan Pilpres di 2024," ujarnya.
Soal polemik dua kubu Musda V DPD Golkar Kota Bekasi yang saat ini sedang di gugatan Mahkamah Partai, Bang Yunas sapaan akrabnya, menuturkan Mahkamah Partai itu kan orang-orang pandai semua. Orang-orang yang mempunyai wawasan tinggi kemudian orang-orang yang punya rencana masa depan yang luar biasa serta mereka bisa menilai untuk seluruh DPD di Indonesia tidak cuma di Kota Bekasi.
Lihat Juga :