Saat Indeks Anjlok, Jumlah Investor Naik Jadi 2,68 juta Orang
Sabtu, 25 April 2020 - 13:42 WIB
foto/SINDOnews
JAKARTA - Meski indeks harga saham gabungan (IHSG) babak belur dihajar pandemi Corona, ternyata ada indikator lain dari pasar modal yang menunjukkan catatan biru, alias positif. Di antaranya adalah tetap tingginya minat perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta adanya pertumbuhan investor baru.
Sekertaris BEI Yulianto Aji Sadono mengatakan, ada 2,68 juta investor yang ada di pasar modal. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). ( Baca: Anjloknya Pasar Modal Saat ini Tak Seburuk Krisis Keuangan 2008 )
"Dari sisi investor pasar modal alhamdulillah masih (tumbuh). Kita juga masih melakukan sosialisasi secara digital. Sampai akhir Maret 2020, kami masih mencatatkan pertumbuhan investor 8% dari tahun 2019," ujarnya dalam teleconfrence.
Dia melanjutkan, jumlah investor dari berbagai macam instrumen, mulai dari investor saham, reksa dana, hingga obligasi.
Sekertaris BEI Yulianto Aji Sadono mengatakan, ada 2,68 juta investor yang ada di pasar modal. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). ( Baca: Anjloknya Pasar Modal Saat ini Tak Seburuk Krisis Keuangan 2008 )
"Dari sisi investor pasar modal alhamdulillah masih (tumbuh). Kita juga masih melakukan sosialisasi secara digital. Sampai akhir Maret 2020, kami masih mencatatkan pertumbuhan investor 8% dari tahun 2019," ujarnya dalam teleconfrence.
Dia melanjutkan, jumlah investor dari berbagai macam instrumen, mulai dari investor saham, reksa dana, hingga obligasi.
Lihat Juga :