6 Desa di Gowa Jadi Percontohan Pengembangan Budidaya Padi Organik
Jum'at, 13 Mei 2022 - 11:52 WIB
"Sementara ini yang menjadi percontohan inshaallah dalam waktu 3-4 bulan akan panen," jelas Rahmansyah saat melakukan penanaman padi organik di Desa Jumupa'mai," kata Rahmansyah, Kamis (12/5/2022).
Menurutnya, tidak ada alasan bagi para petani untuk tidak melakukan penanaman padi organik. Pasalnya akan lebih menghemat ongkos para petani dan sebagai bentuk penyelamatan lingkungan dari pupuk-pupuk kimia.
Adapun bahan alami yang dijadikan pupuk cair dan dapat ditemui di sekitar yaitu sabut kelapa, pepaya hampir busuk, pisang, molase, air rebusan tempe, keong emas/siso, air cucian beras, daun gamal, buah maja, rebung, dan bonggol pisang.
"Jadi semua bahan yang digunakan itu gampang ditemui dan bisa diproduksi sendiri. Bahkan kami juga melibatkan tim ahli dari Kementerian Pertanian untuk menunjang keberhasilan budidaya padi organik ini," tambahnya.
Tak hanya mengurangi biaya pembelian pupuk petani, dalam budidaya padi organik ini juga akan meningkatkan hasil panen para petani yang ditargetkan setiap panen mampu menghasilkan 6 ton per hektar.
"Perbedaan hasil yang mencolok dari padi organik ini tentu melebihi hasil panen padi konvensional. Jika biasanya panen 3,5 sampai 4,3 ton per hektar maka dalam budidaya ini kita target 6 ton per hektar,"
Menurutnya, tidak ada alasan bagi para petani untuk tidak melakukan penanaman padi organik. Pasalnya akan lebih menghemat ongkos para petani dan sebagai bentuk penyelamatan lingkungan dari pupuk-pupuk kimia.
Adapun bahan alami yang dijadikan pupuk cair dan dapat ditemui di sekitar yaitu sabut kelapa, pepaya hampir busuk, pisang, molase, air rebusan tempe, keong emas/siso, air cucian beras, daun gamal, buah maja, rebung, dan bonggol pisang.
"Jadi semua bahan yang digunakan itu gampang ditemui dan bisa diproduksi sendiri. Bahkan kami juga melibatkan tim ahli dari Kementerian Pertanian untuk menunjang keberhasilan budidaya padi organik ini," tambahnya.
Tak hanya mengurangi biaya pembelian pupuk petani, dalam budidaya padi organik ini juga akan meningkatkan hasil panen para petani yang ditargetkan setiap panen mampu menghasilkan 6 ton per hektar.
"Perbedaan hasil yang mencolok dari padi organik ini tentu melebihi hasil panen padi konvensional. Jika biasanya panen 3,5 sampai 4,3 ton per hektar maka dalam budidaya ini kita target 6 ton per hektar,"
Lihat Juga :