Corona Membuat 50 Desa Wisata di Sleman Merugi

Jum'at, 19 Juni 2020 - 22:22 WIB
Bupati Sleman mencoba pembelian tiket dengan metode nontunai di loket destinasi wisata Merapi Park, Hargobinangung, Sleman, Jumat (19/6/2020). FOTO : IST
SLEMAN - Wabah virus corona jenis baru, COVID-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan, namun juga pada keberlangsung sektor pariwisata. Hal ini seperti yang dialami desa wisata di Sleman .

Sebanyak 50 desa wisata yang ada di Sleman sejak pertengahan Maret 2020 sudah tidak beroperasi. Kerugian di setiap desa wisata antara Rp200 juta hingga Rp1,2 miliar.



Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Desa Wisata Sleman, Doto Yusgantoro mengatakan, selama menutup kunjungan wisatawan berbagai langkah telah dilakukan, baik untuk perbaikan dan penataan maupun persiapan menyambut new normal. Sehingga saat pembukaan kembali sudah sesuai dengan prosedur dan protokol keamanan dan keselamatan wisata.

“Untuk itu sebelum membuka kembali desa wisata, saat masa tanggap darurat sudah melakukan simulasi,” kata Doto saat menerima kunjungan Bupati Sleman bersama tim gugus tugas percepatan penangganan COVID-19, Sleman di desa wisata Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Jumat (19/6/2020).

Doto menjelaskan pembukaan desa wisata sendiri, nantinya akan dilakukan secara bertahap. Selain itu akan ada beberapa perubahan, baik harga paket maupun jumlah kunjungan wisatawan. Untuk itu dirinya akan meminta masukan dari berbagai pihak untuk persiapan ini.

“Struktur harga dan paket nanti berubah. Dulu menerima tamu dengan bus, besok hanya 10-15 orang atau maksimal satu mobil Elf dan satu rombongan hanya lima orang plus satu pemandu,” papar ketua pengelola Desa Wisata Pentingsari itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!