PPDB Online, Ganjar: Enggak Usah Kolusi, Ikuti Saja Aturan
Kamis, 18 Juni 2020 - 14:21 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta tidak ada praktik kolusi dalam proses PPDB online. Bahkan, anak-anak hendaknya diajarkan perilaku integritas serta jujur. Foto/Ist
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta tidak ada praktik kolusi dalam proses PPDB online tahun ini. Bahkan, anak-anak hendaknya diajarkan perilaku integritas serta jujur dalam mengikuti proses pendaftaran sekolah .
"Sekarang ini banyak yang titip ke saya, banyak sekali alasane, tetek-bengek (macam-macam) jadi satu. Alasan ini, alasan itu. Intinya pokoke piye carane masuk. Jadi sebenarnya kita mengedukasi, enggak usah kolusi, ikuti saja aturan," ungkap Ganjar di kompleks kantor Gubernur Jateng, Semarang, Kamis (18/6/2020). (Baca juga: Bule Amerika Dihajar Massa Gara-gara Curi Cincin Emas di Kuta Bali)
Jika nanti harus ada kebijakan, lanjut dia, biarlah itu menjadi keputusan terakhir yang diambil. Tentu dengan pertimbangan yang diserahkan kepada dirinya selalu gubernur. Menurutnya, yang terpenting ajari anak-anak jujur, berikan data yang benar, dan ajari berintegritas. "Karena kalau masuknya saja dengan cara tidak benar, ya enggak baik," ucapnya. (Baca juga: Balita 2 Tahun Akan Diisolasi, Keluarga Menangis Histeris)
Gubernur menjelaskan hal ini setelah adanya warga yang bertindak kurang bijak saat menyertakan berkas PPDB online. Seperti halnya, kartu keluarga (KK) yang tidak sesuai atau masalah KK lain yang banyak ditanyakan masyarakat. "Ketentuannya KK satu tahun. Maka satu tahun silakan diurus. Dan ternyata banyak orang yang kurang sekian bulan atau tidak satu tahun, dikhawatirkan ini modus mendekati sekolah," terangnya.
"Sekarang ini banyak yang titip ke saya, banyak sekali alasane, tetek-bengek (macam-macam) jadi satu. Alasan ini, alasan itu. Intinya pokoke piye carane masuk. Jadi sebenarnya kita mengedukasi, enggak usah kolusi, ikuti saja aturan," ungkap Ganjar di kompleks kantor Gubernur Jateng, Semarang, Kamis (18/6/2020). (Baca juga: Bule Amerika Dihajar Massa Gara-gara Curi Cincin Emas di Kuta Bali)
Jika nanti harus ada kebijakan, lanjut dia, biarlah itu menjadi keputusan terakhir yang diambil. Tentu dengan pertimbangan yang diserahkan kepada dirinya selalu gubernur. Menurutnya, yang terpenting ajari anak-anak jujur, berikan data yang benar, dan ajari berintegritas. "Karena kalau masuknya saja dengan cara tidak benar, ya enggak baik," ucapnya. (Baca juga: Balita 2 Tahun Akan Diisolasi, Keluarga Menangis Histeris)
Gubernur menjelaskan hal ini setelah adanya warga yang bertindak kurang bijak saat menyertakan berkas PPDB online. Seperti halnya, kartu keluarga (KK) yang tidak sesuai atau masalah KK lain yang banyak ditanyakan masyarakat. "Ketentuannya KK satu tahun. Maka satu tahun silakan diurus. Dan ternyata banyak orang yang kurang sekian bulan atau tidak satu tahun, dikhawatirkan ini modus mendekati sekolah," terangnya.
Lihat Juga :