Booster di Tangerang Membeludak, Biasanya Akhir Pekan 700 Warga Kemarin 2.500 Orang
Selasa, 29 Maret 2022 - 12:54 WIB
Akibatnya, sentra vaksinasi PMI Kota Tangerang yang seharusnya tutup jam 4 sore, namun akhir pekan lalu jam operasional diperpanjang hingga jam 9 malam lantaran masih banyak warga yang mendaftar. "Alhamdulillah terpenuhi semua. Kami kemarin sampai jam 9-an malam melayani vaksinasi itu dari pagi ya," katanya.
Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Harmayani mengatakan, peningkatan minat masyarakat terhadap vaksinasi booster terjadi sejak satu minggu terakhir atau setelah adanya aturan baru mengenai mudik.
Baca juga: Syarat Vaksin Booster Dinilai Persulit Masyarakat untuk Mudik
Berdasarkan data media sosial resmi Surveilance, Imunisasi, Krisis dan Kesehatan (SIKK) Dinas Kesehatan Kota Tangerang, peningkatan vaksinasi booster terjadi pada 22 Maret 2022. Sebelumnya, pada 20 Maret 2022 tercatat warga yang menerima vaksinasi booster sebanyak 251.005 warga dan pada 22 Maret 2022 meningkat menjadi 283.639 warga. Peningkatan tersebut terus terjadi hingga hari ini.
"Secara umum dilihat dari permintaan stok vaksin yang harusnya bisa dipakai seminggu sekarang rata-rata 3 hari sudah habis. Jadi kurang lebih naik 30-40 persen," ujar dr Harmayani.
Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Harmayani mengatakan, peningkatan minat masyarakat terhadap vaksinasi booster terjadi sejak satu minggu terakhir atau setelah adanya aturan baru mengenai mudik.
Baca juga: Syarat Vaksin Booster Dinilai Persulit Masyarakat untuk Mudik
Berdasarkan data media sosial resmi Surveilance, Imunisasi, Krisis dan Kesehatan (SIKK) Dinas Kesehatan Kota Tangerang, peningkatan vaksinasi booster terjadi pada 22 Maret 2022. Sebelumnya, pada 20 Maret 2022 tercatat warga yang menerima vaksinasi booster sebanyak 251.005 warga dan pada 22 Maret 2022 meningkat menjadi 283.639 warga. Peningkatan tersebut terus terjadi hingga hari ini.
"Secara umum dilihat dari permintaan stok vaksin yang harusnya bisa dipakai seminggu sekarang rata-rata 3 hari sudah habis. Jadi kurang lebih naik 30-40 persen," ujar dr Harmayani.
(jon)
Lihat Juga :