Harga Komoditas di Indonesia Naik Turun, Ini Penjelasan Ahli Unpad
Kamis, 10 Maret 2022 - 14:08 WIB
Komoditas makanan di Indonesia tercatat sering kali mengalami fluktuasi harga. Apalagi pada momen jelang Lebaran, harga akan cenderung merangkak naik. Foto ilustrasi
BANDUNG - Komoditas makanan di Indonesia tercatat sering kali mengalami fluktuasi harga. Apalagi pada momen jelang Lebaran, harga akan cenderung merangkak naik. Tak hanya harganya tinggi, terkadang komoditas tersebut langka di pasaran.
Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Prof Maman Setiawan, S.E., M.T., PhD, kenaikan harga bahan pokok tersebut disebabkan adanya ekspektasi permintaan yang meningkat. Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Bisa Kerek Harga Pupuk dan Gandum di Indonesia, Ini Sebabnya
“Akibat peningkatan permintaan tersebut, kita belum siap tata niaganya, rantai pasoknya belum efisien. Akibatnya, ketika permintaan naik ditambah pasokan terbatas, maka harga akan meningkat,” ujar Prof Maman kepada Kanal Media Unpad, Selasa (8/3/2022).
Prof Maman menjelaskan, penyebab utama dari fenomena yang terus berulang setiap tahun ini terletak dari rantai pasoknya. Rantai pasok pangan di Indonesia dinilai belum efisien, karena memiliki jalur distribusi yang panjang. Mulai dari petani, tengkulak, ritel, baru sampai ke tangan konsumen.
Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Prof Maman Setiawan, S.E., M.T., PhD, kenaikan harga bahan pokok tersebut disebabkan adanya ekspektasi permintaan yang meningkat. Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Bisa Kerek Harga Pupuk dan Gandum di Indonesia, Ini Sebabnya
“Akibat peningkatan permintaan tersebut, kita belum siap tata niaganya, rantai pasoknya belum efisien. Akibatnya, ketika permintaan naik ditambah pasokan terbatas, maka harga akan meningkat,” ujar Prof Maman kepada Kanal Media Unpad, Selasa (8/3/2022).
Prof Maman menjelaskan, penyebab utama dari fenomena yang terus berulang setiap tahun ini terletak dari rantai pasoknya. Rantai pasok pangan di Indonesia dinilai belum efisien, karena memiliki jalur distribusi yang panjang. Mulai dari petani, tengkulak, ritel, baru sampai ke tangan konsumen.
Lihat Juga :