Azhar Ultimatum Jangan Ada Penimbun Minyak Goreng di Sulsel
Senin, 21 Februari 2022 - 19:14 WIB
Anggota Komisi B Bidang Ekonomi DPRD Sulawesi Selatan, Azhar Arsyad. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Kelangkaan minyak goreng masih dirasakan masyarakat Sulsel. Sekalipun pemerintah kerap melakukan operasi pasar.
Pantauan di sejumlah ritel, banyak rak yang kosong. Stok minyak goreng yang dijajakan di rak-rak penjualan dibanderol jauh dari harga eceran tertinggi lantaran masuk kategori premium.
Baca Juga: Temuan Penimbunan Minyak Goreng, DPR Minta Seluruh Polda Gelar Sidak
Anggota Komisi B Bidang Ekonomi DPRD Sulawesi Selatan, Azhar Arsyad mengaku bingung dengan kondisi sekarang di negara ini. Pasalnya Indonesia merupakan produsen terbesar kelapa sawit, tetapi minyak goreng sulit didapat. "Negara jangan kalah dengan mafia," kata Azhar pada Senin, (21/02/2022).
Menurutnya, harga Rp14.000 masih kosong di sejumlah ritel dan pasar di daerah ini. Karena itu ia meminta kepada distributor untuk tidak melakukan penimbunan.
"Kalau begini rakyat jadi susah," tutur Ketua Fraksi PKB DPRD Sulsel ini.
Pantauan di sejumlah ritel, banyak rak yang kosong. Stok minyak goreng yang dijajakan di rak-rak penjualan dibanderol jauh dari harga eceran tertinggi lantaran masuk kategori premium.
Baca Juga: Temuan Penimbunan Minyak Goreng, DPR Minta Seluruh Polda Gelar Sidak
Anggota Komisi B Bidang Ekonomi DPRD Sulawesi Selatan, Azhar Arsyad mengaku bingung dengan kondisi sekarang di negara ini. Pasalnya Indonesia merupakan produsen terbesar kelapa sawit, tetapi minyak goreng sulit didapat. "Negara jangan kalah dengan mafia," kata Azhar pada Senin, (21/02/2022).
Menurutnya, harga Rp14.000 masih kosong di sejumlah ritel dan pasar di daerah ini. Karena itu ia meminta kepada distributor untuk tidak melakukan penimbunan.
"Kalau begini rakyat jadi susah," tutur Ketua Fraksi PKB DPRD Sulsel ini.
Lihat Juga :