Ketum KNPI Haris Pertama Dianiaya, Repdem: Tangkap Segera Pelakunya!
Senin, 21 Februari 2022 - 17:15 WIB
Ketua Umum KNPI Haris Pertama diserang orang tidak dikenal di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (21/2/2022). Foto: Twitter @Furqanjurdi1
JAKARTA - Ketua Umum Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Wanto Sugito mengutuk kekerasan fisik yang menimpa Ketum KNPI Haris Pertama di sebuah restoran kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/2/2022). Haris mengalami luka di pelipis dan kepala sehingga dirawat di RSCM.
“Kekerasan yang dilakukan secara berkelompok itu tidak hanya mencederai hukum, tetapi juga mengancam keselamatan warga yang bersangkutan dan merusak tatanan demokrasi jika bermotif politik karena perbedaan pendapat. Saya rasa pihak kepolisian harus segera tangkap pelakunya dan tentu otak di balik penganiayaan itu apa pun motifnya,” ujar Wanto yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) itu.
Baca juga: Profil Haris Pertama, Ketum KNPI Korban Penganiayaan Ini Pernah Bela Anies saat Banjir
Politikus muda PDI Perjuangan yang akrab disapa Bung Klutuk itu menegaskan jika motifnya hanya karena perbedaan pandangan dalam alam demokrasi saat ini tentu sangat tidak dibenarkan kalau kekerasan menjadi jalan keluar.
“Pancasila sebagai ideologi sebuah bangsa jelas menawarkan musyawarah untuk menyelesaikan segala persoalan bukan kekerasan. Bung Karno mengatakan jika rukun kita menjadi kuat. Kuat karena bersatu, bersatu karena kuat,” kata aktivis 98 lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
“Kekerasan yang dilakukan secara berkelompok itu tidak hanya mencederai hukum, tetapi juga mengancam keselamatan warga yang bersangkutan dan merusak tatanan demokrasi jika bermotif politik karena perbedaan pendapat. Saya rasa pihak kepolisian harus segera tangkap pelakunya dan tentu otak di balik penganiayaan itu apa pun motifnya,” ujar Wanto yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) itu.
Baca juga: Profil Haris Pertama, Ketum KNPI Korban Penganiayaan Ini Pernah Bela Anies saat Banjir
Politikus muda PDI Perjuangan yang akrab disapa Bung Klutuk itu menegaskan jika motifnya hanya karena perbedaan pandangan dalam alam demokrasi saat ini tentu sangat tidak dibenarkan kalau kekerasan menjadi jalan keluar.
“Pancasila sebagai ideologi sebuah bangsa jelas menawarkan musyawarah untuk menyelesaikan segala persoalan bukan kekerasan. Bung Karno mengatakan jika rukun kita menjadi kuat. Kuat karena bersatu, bersatu karena kuat,” kata aktivis 98 lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.