Kapolda Metro Jaya Luncurkan Buku Panduan Penanganan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Selasa, 15 Februari 2022 - 12:55 WIB
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran meluncurkan buku panduan dan bimbingan teknis SOP penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.Foto/MPI/Erfan Maaruf
JAKARTA - Kapolda Metro Jaya , Irjen Pol Fadil Imran meluncurkan buku panduan dan bimbingan teknis SOP penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Buku ini diluncurkan karena masih banyak anggota polisi yang belum memahami cara untuk menghadapi korban kejahatan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Saya sadari sebelumnya, masih banyak anggota polisi yang tidak paham bagaimana menghadapi korban kejahatan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Mulai dari tahap pelaporan sampai tahap penyidikan," ungkap Fadil, Selasa (15/2/2022).
Sementara di satu sisi, lanjut Fadil, korban kejahatan khususnya perempuan kerap dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai kelompok yang lemah. Padahal perempuan sebagai korban tindak pidana mengalami sejumlah kerugian mulai dari Hak Asasi Manusia (HAM), fisik, material hingga traumatik psikologis.
"Kalau kita bicara struktural berarti kita bicara tradisi di tengah masyarakat yang menempatkan perempuan di posisi yang tidak setara dengan laki-laki. Ini kemudian juga berpengaruh pada sikap polisi-polisi ini," ujarnya. Baca: Sadis! Pria 50 Tahun di Koja Cabuli Balita Berulang Kali
"Saya sadari sebelumnya, masih banyak anggota polisi yang tidak paham bagaimana menghadapi korban kejahatan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Mulai dari tahap pelaporan sampai tahap penyidikan," ungkap Fadil, Selasa (15/2/2022).
Sementara di satu sisi, lanjut Fadil, korban kejahatan khususnya perempuan kerap dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai kelompok yang lemah. Padahal perempuan sebagai korban tindak pidana mengalami sejumlah kerugian mulai dari Hak Asasi Manusia (HAM), fisik, material hingga traumatik psikologis.
"Kalau kita bicara struktural berarti kita bicara tradisi di tengah masyarakat yang menempatkan perempuan di posisi yang tidak setara dengan laki-laki. Ini kemudian juga berpengaruh pada sikap polisi-polisi ini," ujarnya. Baca: Sadis! Pria 50 Tahun di Koja Cabuli Balita Berulang Kali
Lihat Juga :