Gunungkidul Geger, 13 Warga Suspect Antraks Usai Makan Daging Sapi Sakit
Selasa, 01 Februari 2022 - 15:31 WIB
Peristiwa tersebut berawal ketika sapi milik salah Rudiyanto, salah seorang warga Desa Gombang tiba-tiba sakit. Sapi yang dibeli seharga 16 juta pada usai perayaan Idul Adha 2021 tersebut mendadak tidak mau makan. Kemudian sempat dipanggilkan dokter hewan untuk memeriksanya.
Rudiyanto menuturkan, karena kondisi sapi yang semakin memburuk akhirnya diputuskan untuk menyembelih sapi tersebut sebelum mati. Selanjutnya membagi-bagikan daging tersebut kepada warga sekitar. Bahkan terdapat juga sapi yang dijual dengan harga miring karena ukurannya yang besar.
"Selisih beberapa hari kemudian, kejadian serupa juga terjadi di mana terdapat kambing dan juga sapi yang tiba-tiba mengalami sakit dan mati. Sehingga total terdapat 5 sapi dan 3 ekor kambing yang sakit atau mati mendadak," ujarnya, Selasa (1/2/2022).
Baca juga: Gadaikan Motor Berujung Maut, Mertua Tewas Ditikam Pisau Belati
Usai memakan daging sapi tersebut, sebanyak 13 warga Desa Gombang mengalami sakit dengan gejala mirip antraks. Mulai dari mengalami mencret, demam hingga di beberapa bagian tubuh menjadi hitam.
Atas kejadian tersebut, warga berharap kepada pemerintah agar segera menindaklanjuti agar penyebaran antraks tidak semakin melebar.
Rudiyanto menuturkan, karena kondisi sapi yang semakin memburuk akhirnya diputuskan untuk menyembelih sapi tersebut sebelum mati. Selanjutnya membagi-bagikan daging tersebut kepada warga sekitar. Bahkan terdapat juga sapi yang dijual dengan harga miring karena ukurannya yang besar.
"Selisih beberapa hari kemudian, kejadian serupa juga terjadi di mana terdapat kambing dan juga sapi yang tiba-tiba mengalami sakit dan mati. Sehingga total terdapat 5 sapi dan 3 ekor kambing yang sakit atau mati mendadak," ujarnya, Selasa (1/2/2022).
Baca juga: Gadaikan Motor Berujung Maut, Mertua Tewas Ditikam Pisau Belati
Usai memakan daging sapi tersebut, sebanyak 13 warga Desa Gombang mengalami sakit dengan gejala mirip antraks. Mulai dari mengalami mencret, demam hingga di beberapa bagian tubuh menjadi hitam.
Atas kejadian tersebut, warga berharap kepada pemerintah agar segera menindaklanjuti agar penyebaran antraks tidak semakin melebar.
Lihat Juga :