Kisah Dea, Dulu Terapis Plus Plus Kini PSK Online Apartemen
Minggu, 26 Desember 2021 - 21:20 WIB
Saat bekerja di spa dan sauna plus plus, dia juga mengaku sudah tidak perawan. “Awalnya memang agak canggung, tapi lama kelamaan menjadi terbiasa,” ucapnya.
Sekian bulan menjalani terapis plus plus dengan uang tambahan tip Rp300 ribu, namun tempatnya bekerja terimbas pandemi. Dea pun berhenti. Dia harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarganya. Akhirnya dia beralih menjadi PSK online yang biasa beroperasi dari apartemen ke apartemen.
Dea membanderol Rp750 ribu sekali main. Dia menjajakan sendiri melalui aplikasi percakapan tanpa mucikari. Alasannya penghasilannya bisa lebih besar dibandingkan bekerja dengan bantuan orang lain.
Menurutnya, tidak mudah bekerja seperti ini sendiri. Banyak pengalaman buruk yang terjadi misalnya pria hidung belang yang hanya tanya-tanya atau mem-bully-nya. “Kalau itu sudah risiko, jadi saya anggap hal biasa,” ucapnya.
Baca juga: Blak-blakan Indah Karyawati Bank Swasta Nyambi PSK Online karena Hiperseks
Sekian bulan menjalani terapis plus plus dengan uang tambahan tip Rp300 ribu, namun tempatnya bekerja terimbas pandemi. Dea pun berhenti. Dia harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarganya. Akhirnya dia beralih menjadi PSK online yang biasa beroperasi dari apartemen ke apartemen.
Dea membanderol Rp750 ribu sekali main. Dia menjajakan sendiri melalui aplikasi percakapan tanpa mucikari. Alasannya penghasilannya bisa lebih besar dibandingkan bekerja dengan bantuan orang lain.
Menurutnya, tidak mudah bekerja seperti ini sendiri. Banyak pengalaman buruk yang terjadi misalnya pria hidung belang yang hanya tanya-tanya atau mem-bully-nya. “Kalau itu sudah risiko, jadi saya anggap hal biasa,” ucapnya.
Baca juga: Blak-blakan Indah Karyawati Bank Swasta Nyambi PSK Online karena Hiperseks