Derita Cantika Terapis yang Tak Berdaya Dalam Cengkeraman Paman dan Sepupu

Sabtu, 25 Desember 2021 - 05:00 WIB
Ketika baru masuk ada sistem screening dan dia juga harus menuruti kemauan bos-bosnya. “Saat screening aku disuruh bugil dan dilihat tubuh aku. Apakah mulus atau ada luka nanti akan ditentukan gradenya,” katanya.

Setelah screening, Cantika yang ketika itu baru berusia 20 tahun ternyata lolos dan mulai ikut pelatihan memijat yang dilakukan para ahlinya. Selama 3 bulan dirinya dilatih untuk memijat tamu pria yang berkunjung ke tempatnya bekerja yang berada di Jakarta Selatan.

Baca juga: Ucapan Terakhir Terapis Bekam yang Dibunuh di Tol Jatikarya: Ngaco Aku Sudah Punya Calon Suami

Pada hari pertamanya, dia diberikan pelanggan yang tidak suka macam-macam. Bahkan, saat pertama kali dia hanya memijat sang tamu dan tidak melayani untuk bersetubuh. “Saya memang pas masuk dikasih tahu, ini bisa berbuat seperti itu dengan tambahan bayaran,” ucapnya.

Tiga minggu berjalan Cantika akhirnya melayani pelanggan. Menurutnya, tamu pertama yang dilayani adalah seorang pemuda yang usinya tidak jauh dengannya. “Gimana ya namanya harus begitu dengan orang asing. Tapi, mau nggak mau harus melayaninya. Untungnya dia masih seumuran,” ujarnya.

Hingga akhirnya dia mulai terbiasa melayani sejumlah pria hidung belang yang datang ke tempat pijatnya. Setelah bekerja selama beberapa bulan ternyata ekonominya mulai berubah. Kehidupannya meningkat. Dia sudah bisa membantu keluarganya. Namun, dia harus pintar-pintar menyembunyikan pekerjaannya kepada keluarga.

Hingga suatu ketika dia kaget ketika yang booking adalah orang yang dia kenal. Mulanya dia sudah curiga dari gelagatnya ketika masuk kamar untuk melayani sang tamu. “Nggak tahunya benar. Dia ternyata paman atau adik ibu aku,” tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!