Anggota DPRD DKI Kenneth Nilai Pembangunan Sumur Resapan Kurang Kajian Mendalam
Kamis, 09 Desember 2021 - 14:01 WIB
Kent menemukan pada pada akhir pengerjaan di beberapa lokasi, sumur resapan yang dipasang di jalan raya dan tidak rapikan kembali. "Masyarakat sekitar menyampaikan kepada saya pada saat di lokasi, bahwa proyek tersebut sangat membahayakan pengendara dan sudah banyak yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut," ketus Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI PPRA Angkatan LXII itu.
Hasil investigasi Kent, sebenarnya pihak kontraktor sifatnya hanya pengerjaan teknis saja. Tidak mungkin jika kontraktor melakukan kajian soal sumur resapan. Selain dari waktu yang tidak mencukupi, pihak penyedia juga tidak akan paham wilayah mana saja yang boleh dipasang sumur resapan atau tidak boleh.
"Karena waktu pengerjaan saja sudah d target dan dalam waktu tertentu sudah harus selesai sekian titik. Jadi tidak akan mungkin pihak penyedia yang melakukan kajian atau analisis tersebut. pada kenyataannya pihak kontraktor tidak paham wilayah kok," katanya.
Baca juga: Anies Ancam Denda Kontraktor Sumur Resapan Bermasalah
Kent mengungkapkan, titik kejenuhan tanah di DKI Jakarta itu berbeda-beda. Ada yang bisa menyerap air ada yang tidak. Jadi jangan sampai salah lokasi hingga pada akhirnya sumur resapan hanya menjadi kolam penampungan dan menjadi sarang nyamuk.
"Harus dipastikan dulu, area atau titik-titik mana saja yang punya daya serap baik dan apa saja yang menjadi kendala di lokasi tersebut. Kalau pekerjaan sumur resapan tersebut ditarget tanpa perhitungan yang realistis akibatnya yah kerja jadi grasa grusu, asal menentukan titik dan hasilnya bisa kita lihat sendiri pada akhirnya seperti apa," tegas Kent.
Kata Kent, proyek apa pun yang akan dilakukan harus betul-betul mempunyai perencanaan yang sangat matang. Tujuannya untuk membuat proyek tersebut jelas road map serta kajian analisisnya. Karena, selain hasilnya bisa tepat sasaran, uang rakyat tidak terbuang sia-sia serta kenyamanan masyarakat juga tidak akan terganggu.
Hasil investigasi Kent, sebenarnya pihak kontraktor sifatnya hanya pengerjaan teknis saja. Tidak mungkin jika kontraktor melakukan kajian soal sumur resapan. Selain dari waktu yang tidak mencukupi, pihak penyedia juga tidak akan paham wilayah mana saja yang boleh dipasang sumur resapan atau tidak boleh.
"Karena waktu pengerjaan saja sudah d target dan dalam waktu tertentu sudah harus selesai sekian titik. Jadi tidak akan mungkin pihak penyedia yang melakukan kajian atau analisis tersebut. pada kenyataannya pihak kontraktor tidak paham wilayah kok," katanya.
Baca juga: Anies Ancam Denda Kontraktor Sumur Resapan Bermasalah
Kent mengungkapkan, titik kejenuhan tanah di DKI Jakarta itu berbeda-beda. Ada yang bisa menyerap air ada yang tidak. Jadi jangan sampai salah lokasi hingga pada akhirnya sumur resapan hanya menjadi kolam penampungan dan menjadi sarang nyamuk.
"Harus dipastikan dulu, area atau titik-titik mana saja yang punya daya serap baik dan apa saja yang menjadi kendala di lokasi tersebut. Kalau pekerjaan sumur resapan tersebut ditarget tanpa perhitungan yang realistis akibatnya yah kerja jadi grasa grusu, asal menentukan titik dan hasilnya bisa kita lihat sendiri pada akhirnya seperti apa," tegas Kent.
Kata Kent, proyek apa pun yang akan dilakukan harus betul-betul mempunyai perencanaan yang sangat matang. Tujuannya untuk membuat proyek tersebut jelas road map serta kajian analisisnya. Karena, selain hasilnya bisa tepat sasaran, uang rakyat tidak terbuang sia-sia serta kenyamanan masyarakat juga tidak akan terganggu.
Lihat Juga :