Ini Kata Danpuspenerbad Terkait Jatuhnya Heli M-17 di Kendal
Senin, 08 Juni 2020 - 07:22 WIB
Danpuspenerbad Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso (tengah) didampingi Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi saat menghadiri pelepasan jenazah korban Heli MI-17 di Lanumad A Yani Semarang. SINDOnews/Antoni
SEMARANG - Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Danpuspenerbad) Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso menegaskan bahwa sembilan personel Penerbangan TNI-AD (Penerbad) yang menjadi korban dalam insiden jatuhnya Helikopter MI-17 di Kendal, Sabtu (6/6/2020), sedang melakukan pendidikan penerbang I.
“Itu artinya mereka bukan calon penerbang, tapi mereka adalah untuk pendidikan sebagai kapten pilot,” tegas Danpuspenerbad saat ditemui usai menghadiri pemakaman Lettu Cpn Wisnu Tia Aruni di TPU Kembangarum, Semarang, Minggu (7/6/2020).
Oleh sebab itu, pihaknya belum bisa menentukan dugaan-dugaan awal atas insiden tersebut. “Karena semuanya, pada pagi hari (penerbangan heli) berjalan normal saja,” ungkapnya.
Danpuspenerbad juga belum bisa memastikan apakah insiden jatuhnya Heli MI-17 di Kendal itu merupakan human error atau faktor cuaca. Usai investigasi dilakukan, pihaknya berjanji akan segera mengumumkan ke publik. (Baca: Sebelum Heli Penerbad Jatuh Ada Penumpang yang Melompat Keluar).
“Itu artinya mereka bukan calon penerbang, tapi mereka adalah untuk pendidikan sebagai kapten pilot,” tegas Danpuspenerbad saat ditemui usai menghadiri pemakaman Lettu Cpn Wisnu Tia Aruni di TPU Kembangarum, Semarang, Minggu (7/6/2020).
Oleh sebab itu, pihaknya belum bisa menentukan dugaan-dugaan awal atas insiden tersebut. “Karena semuanya, pada pagi hari (penerbangan heli) berjalan normal saja,” ungkapnya.
Danpuspenerbad juga belum bisa memastikan apakah insiden jatuhnya Heli MI-17 di Kendal itu merupakan human error atau faktor cuaca. Usai investigasi dilakukan, pihaknya berjanji akan segera mengumumkan ke publik. (Baca: Sebelum Heli Penerbad Jatuh Ada Penumpang yang Melompat Keluar).
Lihat Juga :