Jelang Libur Nataru, Kapolda Metro Minta Tingkatkan Operasi di Malam Hari
Selasa, 30 November 2021 - 11:56 WIB
"Tadi juga ada Kakor (Kepala Korp) Sabhara saya sampaikan apa yang kita butuhkan. Karena ke depan kejahatan perkotaan ini harus dikombinasi antara patroli roda dua dan patroli roda empat. Karena banyak pelaku menggunakan roda dua yang mobilitasnya tinggi lebih cepat kalau kabur. Dan ikatan kalau patroli motor 10 orang, kalau mobil cuma berdua dia," terang Fadil Imran.
Ia menjelaskan, seluruh anggota tim patroli di malam hari harus memiliki skill komunikasi yang baik untuk dapat membubarkan massa tanpa harus menimbulkan gesekan.
"Kemampuan patroli dialogis. Jadi, kami ingin membalikkan fungsi patroli ini yang selama ini cenderung ditinggalkan, kita ingin aktifkan lagi patroli. Bagaimana cara patroli yang bagus, bagaimana cara berbicara yang bagus, bagaimana cara mengidentifikasi faktor-faktor korelatif kriminogeniti yang menyebabkan kejahatan, bagaimana dia mengintervensi situasi agar tidak menjadi kejahatan, itu yang kami latihkan," lanjut Fadil.
Ia meminta kepada seluruh jajaran personel kepolisian untuk menekankan aspek pencegahan dibandingkan penindakan. Baca juga: Kapolda Metro Jaya Sebut Sabu Jadi Sumber Motif Aksi Kejahatan
"Jadi, pencegahan yang kami utamakan bukan penindakan. Jangan nunggu ada tawuran baru dia datang. Jadi, bagaimana caranya kalau daerah itu sering tawuran patroli ke sana, sambang, bicara, tatap muka ketemu sama tokoh. Kalau disitu ada kampung narkoba dia datang patroli, dia lihat rumah yang sering dipakai untuk transaksi narkoba. Lama-lama pasti akan bubar," pungkasnya.
Ia menjelaskan, seluruh anggota tim patroli di malam hari harus memiliki skill komunikasi yang baik untuk dapat membubarkan massa tanpa harus menimbulkan gesekan.
"Kemampuan patroli dialogis. Jadi, kami ingin membalikkan fungsi patroli ini yang selama ini cenderung ditinggalkan, kita ingin aktifkan lagi patroli. Bagaimana cara patroli yang bagus, bagaimana cara berbicara yang bagus, bagaimana cara mengidentifikasi faktor-faktor korelatif kriminogeniti yang menyebabkan kejahatan, bagaimana dia mengintervensi situasi agar tidak menjadi kejahatan, itu yang kami latihkan," lanjut Fadil.
Ia meminta kepada seluruh jajaran personel kepolisian untuk menekankan aspek pencegahan dibandingkan penindakan. Baca juga: Kapolda Metro Jaya Sebut Sabu Jadi Sumber Motif Aksi Kejahatan
"Jadi, pencegahan yang kami utamakan bukan penindakan. Jangan nunggu ada tawuran baru dia datang. Jadi, bagaimana caranya kalau daerah itu sering tawuran patroli ke sana, sambang, bicara, tatap muka ketemu sama tokoh. Kalau disitu ada kampung narkoba dia datang patroli, dia lihat rumah yang sering dipakai untuk transaksi narkoba. Lama-lama pasti akan bubar," pungkasnya.
(mhd)
Lihat Juga :