Polisi Dalami Dugaan Penggelapan Barang Pesanan oleh Driver Ojol
Minggu, 21 November 2021 - 18:27 WIB
Pelaku sering menggonta-ganti akunnya ketika melakukan aksi. Adapun barang pesanan ke-15 korban yang dibawa kabur memiliki nilai jual bervariasi mulai dari Rp23 juta hingga Rp40 juta. "Saya mungkin salah satu yang paling gede Rp67 juta di satu transaksi," katanya.
Pelaku menggunakan KTP palsu untuk mendaftarkan diri sebagai driver ojek online. "Kalau nama di KTP Hendri Usman. Cuma saya yakin itu dia jual akun juga jadi KTP palsu. Karena kami dapat foto KTP, kami kirim tim ke alamat di KTP juga nggak ada orang tersebut," jelasnya.
Baca juga: 3 Perlengkapan Wajib Driver Ojol, Nomor 2 Penting di Era New Normal
Dia pernah mengalami kejadian serupa sebanyak tiga kali. Ketika itu, barang yang dibawa kabur bervariasi seperti handphone hingga laptop. "Kalau ini menurut saya nggak bisa didiemin kalau beginian. Jadi lebih ke moral sih. Kalau untuk materilnya kita sudah diganti sama market place-nya," ujar Untung.
"Jadi akun yang dipakai itu beda-beda setiap melakukan modus kejahatan. Terus habis itu saya data orang-orang korban itu. Saya baru kemarin sempat laporan ke Polda Metro Jaya. Terus pagi ini baru BAP. Ya harapan saya segera ketangkep," sambungnya.
Pelaku menggunakan KTP palsu untuk mendaftarkan diri sebagai driver ojek online. "Kalau nama di KTP Hendri Usman. Cuma saya yakin itu dia jual akun juga jadi KTP palsu. Karena kami dapat foto KTP, kami kirim tim ke alamat di KTP juga nggak ada orang tersebut," jelasnya.
Baca juga: 3 Perlengkapan Wajib Driver Ojol, Nomor 2 Penting di Era New Normal
Dia pernah mengalami kejadian serupa sebanyak tiga kali. Ketika itu, barang yang dibawa kabur bervariasi seperti handphone hingga laptop. "Kalau ini menurut saya nggak bisa didiemin kalau beginian. Jadi lebih ke moral sih. Kalau untuk materilnya kita sudah diganti sama market place-nya," ujar Untung.
"Jadi akun yang dipakai itu beda-beda setiap melakukan modus kejahatan. Terus habis itu saya data orang-orang korban itu. Saya baru kemarin sempat laporan ke Polda Metro Jaya. Terus pagi ini baru BAP. Ya harapan saya segera ketangkep," sambungnya.
(jon)
Lihat Juga :