Petani Menangis, 4 Hektare Lahan Padi Siap Panen Rusak Parah Tersapu Banjir
Rabu, 17 November 2021 - 12:23 WIB
Area persawahan yang rusak tersapu banjir bandang di Kampung Sirnagalih, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, KBB, sehingga membuat padi yang sebulan lagi akan dipanen rusak parah. Foto/MPI/Adi Haryanto
BANDUNG BARAT - Bencana banjir bandang yang terjadi di Kampung Sirnagalih, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menyebabkan lahan pertanian rusak .
Tanaman siap panen di lahan seluas 4 hektare lebih tersebut terancam gagal panen akibat rusak parah karena besarnya banjir bandang sehingga membuat petani mengalami kerugian hingga puluhan juta.
Baca juga: Pelaku Pembunuhan di Padalarang Ditangkap, Barang Bukti Golok Disita
"Air (banjir) sangat deras. Sawah-sawah terendam setinggi lutut, makanya tanamam pada rusak," kata salah seorang petani, Hamzah (50), Rabu (17/11/2021).
Dikatakannya, banjir bandang yang terjadi pada Selasa (16/11/2021) malam sekitar pukul 19.00 WIB itu terjadi saat hujan deras. Besarnya banjir dikarenakan adanya saluran yang tersumbat pohon tumbang, sehingga menyebabkan tanggul selokan jebol.
Akibatnya air meluber menggerus lahan pertanian. Warga pun tidak bisa berbuat banyak karena air sudah merendam area persawahan. Bahkan warga sempat khawatir derasnya banjir bandang juga akan meluber ke permukiman penduduk.
Tanaman siap panen di lahan seluas 4 hektare lebih tersebut terancam gagal panen akibat rusak parah karena besarnya banjir bandang sehingga membuat petani mengalami kerugian hingga puluhan juta.
Baca juga: Pelaku Pembunuhan di Padalarang Ditangkap, Barang Bukti Golok Disita
"Air (banjir) sangat deras. Sawah-sawah terendam setinggi lutut, makanya tanamam pada rusak," kata salah seorang petani, Hamzah (50), Rabu (17/11/2021).
Dikatakannya, banjir bandang yang terjadi pada Selasa (16/11/2021) malam sekitar pukul 19.00 WIB itu terjadi saat hujan deras. Besarnya banjir dikarenakan adanya saluran yang tersumbat pohon tumbang, sehingga menyebabkan tanggul selokan jebol.
Akibatnya air meluber menggerus lahan pertanian. Warga pun tidak bisa berbuat banyak karena air sudah merendam area persawahan. Bahkan warga sempat khawatir derasnya banjir bandang juga akan meluber ke permukiman penduduk.
Lihat Juga :