Mengintip Pesona Nara Kupu Village, Surga Buku dan Penghasil Sayuran Organik
Rabu, 10 November 2021 - 06:27 WIB
Seorang petugas tengah menyirami sayuran organik di Nara Kupu Village. Foto: Ist
DEPOK - Nara Kupu Village punya pesona berbeda di antara secret gem yang kita kenal. Tempat itu menawarkan narasi alam di mana buku-buku, sayuran hidroponik , serta hewan-hewan seperti rusa dan angsa bisa berinteraksi langsung dengan manusia.
Di jalan beraspal kasar, dua mobil yang berlawanan arah maju perlahan-lahan, menghindari singgungan. Jalan mobil memang tak terlalu lebar. Apalagi di tepi jalan ibu-ibu tampak melangkah beriringan, pergi kondangan ke sebuah rumah yang menyelenggarakan pernikahan. Di situlah sebuah pesta yang diiringi penyanyi dangdut dengan rok pendek dan organ tunggal tengah digelar. Baca juga: Solusi di Masa Sulit Pandemi COVID-19, Jehamu Budidaya Sayuran Organik
Suasana berubah total ketika gerbang masuk dibuka. Gemuruh dangdut mendadak senyap, satu-satunya bunyi berasal dari 11 ekor angsa yang senantiasa sibuk mengeksplorasi kolam berair dangkal dan lapangan rumput hijau. Sementara, sembilan ekor rusa tutul yang sesungguhnya merupakan pusat perhatian pengunjung, dengan matanya yang besar diam-diam mengamati dari kejauhan.
Rusa-rusa cantik, sehat, yang terbiasa dengan kehadiran manusia itu tak ragu menghampiri pengunjung yang menyodorkan penganan spesial: wortel, juga biskuit. Bahkan si Rambo, begitu salah satu rusa yang paling senior di komunitas itu dipanggil, terkadang menggosokkan kepalanya yang bertanduk tumpul dan badannya kepada pengunjung, pertanda ia menginginkan biskuit di tangan pengunjung. Biskuit adalah suplemen makanannya.
Sejak 2015, rusa tutul jadi penduduk resmi Nara Kupu Village. Dan Si Rambo, sang kepala suku yang disegani komunitasnya, merupakan generasi kedua dari hewan yang jinak ini.
Di jalan beraspal kasar, dua mobil yang berlawanan arah maju perlahan-lahan, menghindari singgungan. Jalan mobil memang tak terlalu lebar. Apalagi di tepi jalan ibu-ibu tampak melangkah beriringan, pergi kondangan ke sebuah rumah yang menyelenggarakan pernikahan. Di situlah sebuah pesta yang diiringi penyanyi dangdut dengan rok pendek dan organ tunggal tengah digelar. Baca juga: Solusi di Masa Sulit Pandemi COVID-19, Jehamu Budidaya Sayuran Organik
Suasana berubah total ketika gerbang masuk dibuka. Gemuruh dangdut mendadak senyap, satu-satunya bunyi berasal dari 11 ekor angsa yang senantiasa sibuk mengeksplorasi kolam berair dangkal dan lapangan rumput hijau. Sementara, sembilan ekor rusa tutul yang sesungguhnya merupakan pusat perhatian pengunjung, dengan matanya yang besar diam-diam mengamati dari kejauhan.
Rusa-rusa cantik, sehat, yang terbiasa dengan kehadiran manusia itu tak ragu menghampiri pengunjung yang menyodorkan penganan spesial: wortel, juga biskuit. Bahkan si Rambo, begitu salah satu rusa yang paling senior di komunitas itu dipanggil, terkadang menggosokkan kepalanya yang bertanduk tumpul dan badannya kepada pengunjung, pertanda ia menginginkan biskuit di tangan pengunjung. Biskuit adalah suplemen makanannya.
Sejak 2015, rusa tutul jadi penduduk resmi Nara Kupu Village. Dan Si Rambo, sang kepala suku yang disegani komunitasnya, merupakan generasi kedua dari hewan yang jinak ini.
Lihat Juga :