Syahwat Terlarang Sultan Ahmad Malik Az-Zahir Picu Majapahit Hancurkan Kerajaan Samudera Pasai

Senin, 01 November 2021 - 05:50 WIB
Baca: Dyah Wiyat, Kisah Cinta Segitiga dan Perselingkuhan di Kerajaan Majapahit

Tertulis dalam buku Ensiklopedia Kerajaan Islam di Indonesia, Binuko Amarseto, Tun Beraim Bapa berusaha melindungi kedua saudara perempuannya dengan menyembunyikan kedua saudarinya di sebuah tempat.

Merasa mendapat pertentangan dari putra sulungnya sendiri, Sultan Ahmad Malik al-Zahir murka dan menyuruh utusan untuk membunuh Tun Beraim Bapa. Sang putra mahkota yang seharusnya mewarisi tahta kerajaan itu tewas diracun.

Merasa terharu dan tidak terima dengan perlakuan biadab sang ayah, Tun Medam Peria dan Tun Takiah Dara, kemudian memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka dengan meminum racun yang telah membunuh kakaknya.

Peristiwa tragis tersebut bukan membuat Sultan Ahmad Malik al-Zahir sadar, tetapi malah semakin menjadi-jadi. Ketika putra keduanya Tun Abdul Jalil, memandu asmara dengan putri Majapahit, Dyah Galuh Gemerencang, dia cemburu.

Baca: Tikaman Belati Ra Tanca pada Raja Majapahit Membuka Jalan Trah Kertanegara

Alih-alih menggunakan kesempatan itu untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan Majapahit yang sedang berjaya, dia malah memantik konflik dengannya dengan membunuh putra kandungnya yang kedua, Tun Abdul Jalil.

Pembunuhan ini terjadi ketika Dyah Galuh Gemerencang beserta para pengawalnya pergi ke Samudera Pasai. Tiba-tiba, mereka dikejutkan dengan kabar pembunuhan Tun Abdul Jalil yang mayatnya dibuang ke dalam laut.

Mendengar kekasih tercintanya, Tun Abdul Jalil tewas dibunuh sang ayah, Dyah Galuh Gemerencang lalu menyusul kekasihnya itu dengan menceburkan diri ke laut. Peristiwa ini pun terdengar hingga ke Majapahit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!