IRT Tewas karena Diduga Tersayat Pisau saat Operasi di Rumah Sakit, Perutnya Alami Pembusukan

Rabu, 20 Oktober 2021 - 08:46 WIB
Lalu dilakukan tindakan operasi namun tanpa ditemani oleh keluarga pada 20 September 2021 lalu. Namun dia menerima kabar kalau operasi tersebut diduga gagal akibat sayatan operasi di bagian usus .

"Dokter AW menyampaikan bahwa ini sudah sulit disembuhkan, terus saya tanya kenapa dokter, disini terungkap bahwa usus istri saya bocor karena ada sayatan di usus kecil, begitu juga usus besar. Saya sempat tanyakan ke dokter berarti ini operasinya gagal dok, terus dokternya sempat ngamuk. Katanya ini bukan gagal operasi tapi komplikasi atau resiko dari operasi. Terus saya minta lagi untuk dioperasi, tapi dibilang tidak bisa lagi dioperasi. Katanya sudah tidak bisa disembuhkan. Kemudian dokter yang melakukan operasi sudah tidak masuk lagi keesokan harinya. Dokter satunya mengatakan istri anda tidak ada tindakan medis lagi, bawa pulang ke rumah saja dan banyak berdoa. Saya mau dirujuk, tapi dia bilang kalau dirujuk sekalian nanti ada sayatan-sayatan baru sebab usus istri anda ini bermasalah," ungkap Yanto

Sehingga pasca operasi istrinya, kata Yanto, mengalami luka bekas operasi dan mengeluarkan bau busuk dari perutnya.

"Karena tak puas dengan hasil operasi di Rumah Sakit Multazam saya meminta agar pasien segera dirujuk ke Rumah Sakit Aloe Saboe Gorontalo. Anehnya saat dokter yang menangani korban di Rumah Sakit Aloe Saboe mengatakan bahwa dalam perut korban tidak ada kista dan miom seperti yang disampaikan dokter sebelumnya di Rumah Sakit Multazam," kata dia.

Semantara itu pihak Rumah Sakit Multazam membantah adanya tindakan malapraktik yang dilakukan dokternya saat mengoperasi pasien bernama Megawati Abdul Gani.

Bantahan itu disampaikan dr Alfred Wuisana dokter spesialis kandungan yang menangani pasien Megawati Abdul Gani.



Dalam hearing yang digelar DPRD Kota Gorontalo pada Selasa siang kemarin dr Alfred mengaku tak ada niat untuk mencelakakan pasiennya saat tindakan medis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!