Pandemi Corona, Ramadhan-Lebaran 2020 Jabar Deflasi 0,11%
Selasa, 02 Juni 2020 - 13:34 WIB
Cabai merah yang menjadi salah satu komoditas penyumbang deflasi di Jawa Barat selama periode Ramadhan-Lebaran 2020 lalu. Foto/dok.SINDOnews
BANDUNG - Selama periode Ramadan dan Lebaran pada Mei 2020, Jawa Barat mengalami deflasi sebesar 0,11%. Ini merupakan kejadian langka karena biasanya inflasi Jawa Barat cukup tinggi pada periode tersebut.
Kepala Kantor Badan Pusat Statistik ( BPS ) Jawa Barat Dody Herlando menyatakan, haal itu terjadi karena harga komoditas secara umum mengalami penurunan. Padahal, pada momentum Ramadan dan Lebaran, harga komoditas dan jasa lain biasanya cenderung naik.
"Dengan deflasi 0,11%, maka inflasi selama lima bulan hingga Mei sebesar 1,12%. Ada 4 kota yang alami deflasi, salah satunya yang terdalam Kota Bandung," kata Dody pada rilis bulanan BPS Jabar, Selasa (2/6/2020).
(Baca: Dua Bulan Pandemi Corona, Inflasi Jabar Tetap Terjaga)
Menurut dia, terjadinya deflasi pada Mei 2020 tak bisa dilepaskan dari kondisi pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia. Sehingga menyebabkan permintaan rendah, karyawan banyak dirumahkan, kantor tutup. Kondisi ini menyebabkan demand berkurang.
Dari beberapa sektor pantauan inflasi, sektor makanan dan minuman menjadi komoditas yang memberi andil deflasi terbesar. Beberapa komoditas yang tercatat harganya sangat rendah saat Ramadan kemarin misalnya telor, cabai merah, bawang putih, dan daging ayam. "Porsi permintaan restoran berkurang untuk beberapa komoditas itu, jadi permintaan kurang," jelas Dody.
Kepala Kantor Badan Pusat Statistik ( BPS ) Jawa Barat Dody Herlando menyatakan, haal itu terjadi karena harga komoditas secara umum mengalami penurunan. Padahal, pada momentum Ramadan dan Lebaran, harga komoditas dan jasa lain biasanya cenderung naik.
"Dengan deflasi 0,11%, maka inflasi selama lima bulan hingga Mei sebesar 1,12%. Ada 4 kota yang alami deflasi, salah satunya yang terdalam Kota Bandung," kata Dody pada rilis bulanan BPS Jabar, Selasa (2/6/2020).
(Baca: Dua Bulan Pandemi Corona, Inflasi Jabar Tetap Terjaga)
Menurut dia, terjadinya deflasi pada Mei 2020 tak bisa dilepaskan dari kondisi pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia. Sehingga menyebabkan permintaan rendah, karyawan banyak dirumahkan, kantor tutup. Kondisi ini menyebabkan demand berkurang.
Dari beberapa sektor pantauan inflasi, sektor makanan dan minuman menjadi komoditas yang memberi andil deflasi terbesar. Beberapa komoditas yang tercatat harganya sangat rendah saat Ramadan kemarin misalnya telor, cabai merah, bawang putih, dan daging ayam. "Porsi permintaan restoran berkurang untuk beberapa komoditas itu, jadi permintaan kurang," jelas Dody.
Lihat Juga :