Kisah Mistis Bung Karno, Mendung Menghampiri Setiap Kali ke Bali

Minggu, 03 Oktober 2021 - 07:05 WIB
Di buku itu, Bung Karno berkata, "Setiap kali aku datang ke tempat istirahat yang kecil, yang aku rencanakan dan bangun sendiri di luar Denpasar (Istana Tampaksiring), kedatanganku bagi mereka berarti hujan, bahkan di tengah musim kemarau sekalipun."

Baca juga: Cerita Megawati Pernah Diajak Bung Karno ke Yayasan Disabilitas

"Orang Bali yakin, aku membawa pangestu kepada mereka. Saat terakhir aku terbang ke Bali, mereka sedang mengalami musim kering. Begitu aku mendarat, air tercurah dari langit. Jujur, aku mengucapkan syukur kepada Sang Maha Pencipta, bila turun hujan selama aku tinggal di Tampaksiring. Karena kalau ini tidak terjadi, sedikit banyak akan mengurangi pengaruhku," sambung Bung Karno.

Datangnya Bung Karno di Bali seakan menjadi berkah bagi petani Desa Singapadu, Gianyar. Pada pertengahan tahun 1960-an itu, mereka tengah berkumpul di salah satu sawah warga.

Ada yang beda di hari itu. Di saat desa masih masuk musim kemarau, mendung menyelimuti seharian.

"Bapak dan yang lain saling saling bertanya, apakah Bung Karno sedang berada di Bali," ujar Wayan Dibia yang ketika itu ikut ayahnya membantu menggarap sawah.

Dia menuturkan, Bung Karno biasanya menghabiskan waktu dua sampai tiga hari saat berada di Bali, tepatnya di Istana Tampaksiring.

Selama itu pula, langit Bali diselimuti mendung hingga turun hujan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!