Disparbud Bandung Barat Dorong Eksistensi Pelaku Industri Kreatif Musik Angkat Pamor Daerah
Kamis, 30 September 2021 - 18:49 WIB
"Saya sering upload ke komunitas, saat bermain musik jazz atau bass akustik. Banyak musisi luar yang tertarik karena mereka menganggap di Indonesia baru saya yang memainkan. Jadi suka ada undangan atau kolaborasi untuk main bareng," tutur pengagum Christian McBride dan Ron Carter ini.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemerintah Kabupaten Bandung Barat Heri Partomo mengatakan, pelaku industri kreatif jangan kehilangan kreativitas menghadapi pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan akan berakhir. Di tengah kondisi serba tidak pasti ini dibutuhkan ide-ide baru dan inovatif agar produk yang dibuat tetap bisa ditawarkan.
"Sektor pariwisata sekarang sedang mati suri, banyak pelaku industri kreatif di bidang kriya dan seni pertunjukan yang terdampak. Makanya kita arahkan mereka untuk berinovasi dan menampilkan karyanya secara oline," ucapnya.
Sedangkan Kabid Pengembangan Ekraf, Disparbud KBB, Hani Nurismandiyah menambahkan, banyak pelaku usaha industri kreatif yang mencapai sekitar 2.000 lebih, harus alih profesi sementara untuk bertahan hidup selama Covid-19. Sementara untuk bidang kuliner dan souvenir mereka diarahkan agar menjual produk secara online.
"Pelaku seni pertunjukkan memang tidak bisa tampil selama pandemi, tapi kreativitas harus terus tumbuh dan bertahan di tengah kondisi sulit," ujarnya. Advetorial
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemerintah Kabupaten Bandung Barat Heri Partomo mengatakan, pelaku industri kreatif jangan kehilangan kreativitas menghadapi pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan akan berakhir. Di tengah kondisi serba tidak pasti ini dibutuhkan ide-ide baru dan inovatif agar produk yang dibuat tetap bisa ditawarkan.
"Sektor pariwisata sekarang sedang mati suri, banyak pelaku industri kreatif di bidang kriya dan seni pertunjukan yang terdampak. Makanya kita arahkan mereka untuk berinovasi dan menampilkan karyanya secara oline," ucapnya.
Sedangkan Kabid Pengembangan Ekraf, Disparbud KBB, Hani Nurismandiyah menambahkan, banyak pelaku usaha industri kreatif yang mencapai sekitar 2.000 lebih, harus alih profesi sementara untuk bertahan hidup selama Covid-19. Sementara untuk bidang kuliner dan souvenir mereka diarahkan agar menjual produk secara online.
"Pelaku seni pertunjukkan memang tidak bisa tampil selama pandemi, tapi kreativitas harus terus tumbuh dan bertahan di tengah kondisi sulit," ujarnya. Advetorial
(ars)
Lihat Juga :