Legislator DKI: Kembalikan Anak ke Sekolah, Jangan Melulu Urusan Ekonomi
Senin, 01 Juni 2020 - 19:47 WIB
"Kalau naik lagi, sekolah kita tutup lagi. Jadi, kita punya harapan dan ukuran. Tidak seperti sekarang, digantung. Pemerintah tidak punya rencana jelas, jadi macam-macam orang datang bawa rencana. Menteri ini dan menteri itu simpang siur. Wacana Desember itu bentuk pesimisme orang sama pemerintah. Jangan hanya ekonomi-ekonomi terus," ungkapnya.
Praktisi pendidikan ini mempertanyakan kesiapan kementerian dalam menyiapkan kurikulum belajar online. Selain itu, dia menilai prosedur penyelenggaraan pendidikan New Normal masih belum disampaikan. (Baca juga: DPR Sarankan Kemendikbud Buka Sekolah Secara Bertahap)
"Infrastrukturnya perlu, misalnya wastafel yang jumlahnya memadai. Random test per dua pekan. No adult school selain guru, jadi contact tracing makin jelas. Bikin kurikulum online juga yang bisa jadi panduan. Kalau mau diskusi siapa saja ayuk, saya bisa jelaskan dari A sampai Z. Kalau ini siap, besok juga bisa buka sekolah. Kalau tidak disiapkan, Desember juga masih berisiko," pungkasnya
Praktisi pendidikan ini mempertanyakan kesiapan kementerian dalam menyiapkan kurikulum belajar online. Selain itu, dia menilai prosedur penyelenggaraan pendidikan New Normal masih belum disampaikan. (Baca juga: DPR Sarankan Kemendikbud Buka Sekolah Secara Bertahap)
"Infrastrukturnya perlu, misalnya wastafel yang jumlahnya memadai. Random test per dua pekan. No adult school selain guru, jadi contact tracing makin jelas. Bikin kurikulum online juga yang bisa jadi panduan. Kalau mau diskusi siapa saja ayuk, saya bisa jelaskan dari A sampai Z. Kalau ini siap, besok juga bisa buka sekolah. Kalau tidak disiapkan, Desember juga masih berisiko," pungkasnya
(thm)
Lihat Juga :