Kades di Maluku Tenggara Kabur Usai Diduga Gelapkan Dana Desa Ratusan Juta
Jum'at, 24 September 2021 - 07:25 WIB
Tamnpak kondisi kantor Desa Rumah Dian yang rusak akibat di demo warga. iNews TV/Rumangun
MALUKU TENGGARA - Kepala Desa (Kades) Rumah Dian, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Amandus Hans Watratan alias Ari kabur usai diduga menggelapkan dana desa hingga ratusan juta.
Warga serta perangkat desa melakukan pencarian untuk meminta pertanggung jawaban atas honor serta seluruh bantuan yang belum disalurkan.
Ketua Badan Seniri Ohoi (Desa) BSO, Yohanis Watratan mengatakan, Pencairan Dana Desa tahap 1 telah dilakukan pada tanggal 8 September 2021 lalu. Informasinya dana tersebut akan disalurkan kepada warga penerima bantuan pada Senin tanggal 13 september 2021 lalu, serta pembayaran honor bagi seluruh perangkat desa yang belum menerima tunjangan di tahun 2021.
"Namun karena merasa telah dipermainkan dan tidak dilaksanakan, sehingga memicu keributan yang mengakibatkan Kantor Desa Rumah Dian akhirnya di rusak oleh warga setempat," ujar Yohanis.
Yohanis menjelaskan, dari kejadian tersebut keesokan harinya melalui pengumuman resmi lewat pengeras suara warga kembali dijanjikan untuk berkumpul pada hari rabu tanggal 15 September 2021 untuk penyaluran dana yang sempat tertunda.
"Namun keributan kembali terulang ketika pelaksanaan penyaluran dana desa yang dijanjikan akan dilaksanakan pada saat itu hanya janji manis belaka. Beruntung, keributan kedua kalinya yang terjadi saat itu dapat segera ditangani oleh Aparat TNI Polri," katanya.
Warga serta perangkat desa melakukan pencarian untuk meminta pertanggung jawaban atas honor serta seluruh bantuan yang belum disalurkan.
Ketua Badan Seniri Ohoi (Desa) BSO, Yohanis Watratan mengatakan, Pencairan Dana Desa tahap 1 telah dilakukan pada tanggal 8 September 2021 lalu. Informasinya dana tersebut akan disalurkan kepada warga penerima bantuan pada Senin tanggal 13 september 2021 lalu, serta pembayaran honor bagi seluruh perangkat desa yang belum menerima tunjangan di tahun 2021.
"Namun karena merasa telah dipermainkan dan tidak dilaksanakan, sehingga memicu keributan yang mengakibatkan Kantor Desa Rumah Dian akhirnya di rusak oleh warga setempat," ujar Yohanis.
Yohanis menjelaskan, dari kejadian tersebut keesokan harinya melalui pengumuman resmi lewat pengeras suara warga kembali dijanjikan untuk berkumpul pada hari rabu tanggal 15 September 2021 untuk penyaluran dana yang sempat tertunda.
"Namun keributan kembali terulang ketika pelaksanaan penyaluran dana desa yang dijanjikan akan dilaksanakan pada saat itu hanya janji manis belaka. Beruntung, keributan kedua kalinya yang terjadi saat itu dapat segera ditangani oleh Aparat TNI Polri," katanya.
Lihat Juga :