Pekan Depan 330 Sekolah Gelar PTM, Ratusan Petugas Bakal Lakukan Pengawasan
Senin, 06 September 2021 - 07:15 WIB
Ratusan petugas gabungan dari berbagai instansi bakal melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kota Bandung pada 8 September 2021 nanti. Foto ilustrasi SINDOnews
BANDUNG - Ratusan petugas gabungan dari berbagai instansi bakal melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka ( PTM ) terbatas di Kota Bandung pada 8 September 2021 nanti. Selain itu, juga akan dibuka kanal pengaduan masyarakat.
Kabid Pengembangan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Bandung Bambang Arianto mengatakan, nantinya ada lebih dari 500 tenaga pengawas yang akan mengawasi jalannya PTM di 330 sekolah. Mereka akan memastikan agar semua prosedur protokol kesehatan dilakukan dengan benar. Baca juga: Belajar Tatap Muka di Tangsel Baru Akan Dimulai, Kadis Dikbud Wanti-wanti Sekolah Bisa Dihentikan
"Pemantauan akan dilakukan oleh semua tim, dan akan dijadwalkan semua. Tim akan melakukan pemantauan di semua sekolah yang beroperasi. Kami akan monitoring terus menerus hingga Desember 2021," kata Bambang.
Pihaknya juga akan membuat kanal pengaduan masyarakat. Sehingga jika ada sekolah yang abai, masyarakat bisa membantu melakukan pengaduan kepada dinas atau satgas terkait. "Kami akan cek, bila betul, dan tidak bisa ditolerir kami akan putuskan tutup atau enggaknya sekolah tersebut. Satgas yang menentukan bisa dilanjutkan atau tidak PTMnya," beber dia.
Kabid Pengembangan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Bandung Bambang Arianto mengatakan, nantinya ada lebih dari 500 tenaga pengawas yang akan mengawasi jalannya PTM di 330 sekolah. Mereka akan memastikan agar semua prosedur protokol kesehatan dilakukan dengan benar. Baca juga: Belajar Tatap Muka di Tangsel Baru Akan Dimulai, Kadis Dikbud Wanti-wanti Sekolah Bisa Dihentikan
"Pemantauan akan dilakukan oleh semua tim, dan akan dijadwalkan semua. Tim akan melakukan pemantauan di semua sekolah yang beroperasi. Kami akan monitoring terus menerus hingga Desember 2021," kata Bambang.
Pihaknya juga akan membuat kanal pengaduan masyarakat. Sehingga jika ada sekolah yang abai, masyarakat bisa membantu melakukan pengaduan kepada dinas atau satgas terkait. "Kami akan cek, bila betul, dan tidak bisa ditolerir kami akan putuskan tutup atau enggaknya sekolah tersebut. Satgas yang menentukan bisa dilanjutkan atau tidak PTMnya," beber dia.
Lihat Juga :