Sri Mulyani Persilakan Kemenkeu Jadi Destinasi Belajar Bagi Mahasiswa dan Dosen Unej
Jum'at, 03 September 2021 - 20:35 WIB
Generasi millenial, termasuk mahasiswa saat ini menjadi target, sebab mereka ini generasi yang semenjak dini sudah mengenal kecanggihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang memiliki perbedaan dengan generasi sebelumnya.
"Generasi millenial dengan keunggulannya, diharapkan mampu berperan serta dalam pembangunan sesuai kapasitasnya, tentu dengan cara-cara dan pendekatan yang menyesuaikan dengan karakteristik mereka. Termasuk adanya program MBKM memberikan kesempatan bagi generasi millenial untuk belajar tidak hanya di kampus, namun juga di luar kampus," tutur Sri Mulyani.
Ketiga, Sri Mulyani melihat magang penting, mengingat masa magang menjadi masa tranformasi bagi mahasiswa dari masa belajar ke masa persiapan untuk bekerja. "Masa magang menuntut rasa tanggungjawab, sebab dalam magang peserta dilatih dan disertakan dalam proses mengambil keputusan yang efeknya bisa berdampak bagi banyak orang. Artinya magang juga mendidik seseorang menjadi lebih dewasa. Sementara bagi Kemenkeu, melaksanakan program magang juga berarti menerima masukan dan inovasi baru. Artinya magang menjadi kegiatan yang menguntungkan semua pihak," imbuhnya.
Sementara itu dalam laporannya, Sekertaris Jenderal Kemenkeu, Heru Pambudi menyampaikan jika Kemenkeu selama ini memang menjadi salah satu lokasi magang favorit bagi mahasiswa. Magang di Kemenkeu dibagi menjadi tiga, yakni magang mandiri, magang mikro kredensial dan magang kerjasama seperti yang dilakukan saat ini antara Kemenkeu dengan Universitas Jember, Universitas Padjadjaran dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.
"Dari data yang ada, hingga bulan Agustus 2021 ini, tercatat ada 1.623 peserta magang di seluruh unit kerja yang ada di lingkungan Kemenkeu. Tidak hanya peserta magang dari PTN dan PTS saja, kami mencatat ada 5 mahasiswa asing yang magang di Kemenkeu," kata Heru Pambudi.
"Generasi millenial dengan keunggulannya, diharapkan mampu berperan serta dalam pembangunan sesuai kapasitasnya, tentu dengan cara-cara dan pendekatan yang menyesuaikan dengan karakteristik mereka. Termasuk adanya program MBKM memberikan kesempatan bagi generasi millenial untuk belajar tidak hanya di kampus, namun juga di luar kampus," tutur Sri Mulyani.
Ketiga, Sri Mulyani melihat magang penting, mengingat masa magang menjadi masa tranformasi bagi mahasiswa dari masa belajar ke masa persiapan untuk bekerja. "Masa magang menuntut rasa tanggungjawab, sebab dalam magang peserta dilatih dan disertakan dalam proses mengambil keputusan yang efeknya bisa berdampak bagi banyak orang. Artinya magang juga mendidik seseorang menjadi lebih dewasa. Sementara bagi Kemenkeu, melaksanakan program magang juga berarti menerima masukan dan inovasi baru. Artinya magang menjadi kegiatan yang menguntungkan semua pihak," imbuhnya.
Sementara itu dalam laporannya, Sekertaris Jenderal Kemenkeu, Heru Pambudi menyampaikan jika Kemenkeu selama ini memang menjadi salah satu lokasi magang favorit bagi mahasiswa. Magang di Kemenkeu dibagi menjadi tiga, yakni magang mandiri, magang mikro kredensial dan magang kerjasama seperti yang dilakukan saat ini antara Kemenkeu dengan Universitas Jember, Universitas Padjadjaran dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.
"Dari data yang ada, hingga bulan Agustus 2021 ini, tercatat ada 1.623 peserta magang di seluruh unit kerja yang ada di lingkungan Kemenkeu. Tidak hanya peserta magang dari PTN dan PTS saja, kami mencatat ada 5 mahasiswa asing yang magang di Kemenkeu," kata Heru Pambudi.
Lihat Juga :