Anies: DKI Jakarta Tak Pernah Tutupi Jumlah Pasien Isoman Meninggal

Minggu, 25 Juli 2021 - 17:34 WIB
Menurut Anies, kasus kematian akibat ada masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan di rumah sakit. Diketahui pada periode Juni hingga Juli kapasitas rumah sakit penuh. (Baca juga; Anies Sebut Kasus COVID-19 di Jakarta Turun, Padahal Jumlah Pengetesan di Atas Standar WHO )

"Banyak dari warga yang seharusnya mendapatkan pelayanan di rumah sakit tidak bisa masuk rumah sakit, karena tempatnya memang terbatas. Nah itulah kemudian salah satu sebab kontribusi terhadap kasus mereka yang isolasi, tidak bisa terselamatkan karena mereka seharusnya ada di rumah sakit," ujarnya

Lebih lanjut Anies mengklaim pada setiap 100% kasus COVID-19 maka dibutuhkan sekitar 4-5% ruang ICU untuk menangani gejala berat. Sementara, ketersediaan tempat tidur ICU yang ada di DKI Jakarta hanya sebanyak 1.500.

"Kira-kira rumus sederhananya begini, kalau ada 100% kasus COVID, sekitar 4 sampai 5% itu butuh ICU itu berat. Nah, kalau Anda ada 100.000 kasus, kita pernah 100.000, berarti kira-kira 4 sampai 5.000 orang itu perlu ICU," paparnya

"Sementara ICU kita adanya1.500, dari situ sudah terlihat bahwa ada gap. Jadi ini berbeda dengan isolasi mandiri yang gejala ringan, sedang, ini adalah mereka-mereka yang seharusnya bisa, seharusnya masuk dapat perawatan tapi tempat kita, kemarin tidak cukup," tutupnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!