Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal

Minggu, 25 Juli 2021 - 05:00 WIB
Bagi masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), khusus di wilayah Pesisir Pantai Barat, Sumatera Utara, nama Baturusa sudah tidak asing lagi bagi mereka. SINDOnews/Zia
MANDAILING NATAL - Bagi masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), khusus di wilayah Pesisir Pantai Barat, Sumatera Utara, nama Baturusa sudah tidak asing lagi bagi mereka, karena daerah tersebut merupakan tujuan wisata . Namun, tidak banyak masyarakat yang mengetahaui asal muasal penamaan tempat itu dinamakan Baturusa.

Baturusa adalah sebuah batu besar yang terletak di sekitar bibir pantai di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal. Jarak antara Baturusa dengan garis pantai lebih kurang 300 meter ke tengah laut.



Di dalam batu besar tersebut terdapat sejumlah lubang besar mirip dengan goa. Meski jaraknya terbilang jauh dari bibir pantai, namun masyarakat bisa berjalan kaki ke tempat itu. Sebab, air lautnya sangat dangkal.

Konon, menurut cerita masyarakat setempat, awalnya batu besar tersebut tempat Rusa melahirkan anaknya. Di dalam lubang yang berbentuk seperti gua-gua kecil itu, Rusa sering melahirkan anaknya. Sehingga, oleh masyarakat setempat dinamakan Baturusa.

“Dahulu, di dalam butu besar tersebut sering ditemukan Rusa yang sedang beranak, makanya oleh nenek moyang kami diberi nama Baturusa”ujar Ciko Ciko (60), salah seorang tokoh masyarakat kepada SINDONews.com.

Baturusa tersebut tempat yang paling aman bagi rusa untuk melahirkan anaknya. Sebab, di wilayah itu sangat banyak binatang buas lainnya yang siap memangsa anak rusa.”Mungkin, di dalam batu besar tersebut dianggap tempat yang paling aman untuk melahirkan anak, karena sebelum hutan di daerah ini dibuka, sangat banyak binatang buas, seperti harimau”tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!