Dikabarkan Sakit, Begini Kondisi Sebenarnya Ustadz Yusuf Mansur
Rabu, 21 Juli 2021 - 08:29 WIB
Di antaranya, Syeikh Baleid, Maroko. penulis kaligrafi Qur'an kerajaan Maroko dan Jordania. Juri kaligrafi musabaqoh internasional. yang sudah menulis begitu banyak mushaf Qur'an langsung dengan tangannya. dan menulisnya di berbagai negara di dunia yang beliau kunjungi. pesanan resmi berbagai negara2 muslim di dunia. dan satu kehormatan, beliau membubuhkan nama saya sekian tahun yang lalu, di salah satu halaman, di salah satu mushaf yang ditulis dengan tangannya. seperti kebiasaan beliau, saat ketemu ahlul-ahlul Qur'an di mana tempat yang jadi tempat beliau menulis Qur'an dengan tangannya.
Ngga nyangka, bila kemudian, kini, di Juli 2021, darahnya Syeikh Baleid, insyaaAllah akan menyatu dengan darah saya. ini sungguh hikmah yang luar biasa, dari dropnya keadaan saya, akibat kurang darah sampe setengah. katanya normalnya, kalau laki2, 14. lah saya 5. setengahnya aja ga nyampe.
saya harus segera melakukan transfusi darah, kalau engga, kolaps. karena terlalu rendah semua, telat ngangkat kalau pake makanan, suplemen, dan sekedar istirahat.
Banyak darah yang siap dan tersedia. namun, pihak RSPAD mempersilahkan saya memilih dan mengupayakan darah siapa yang mau dimasukkan ke dalam tubuh saya. jadi satu dengan darah saya. di sinilah saya melihat Keagungan dan Kebesaran Allah. saya tau, dosa saya banyak. maksiat saya, keburukan saya, kejelekan saya... sehingga Allah kasih kesempatan saya, mendapatkan darah dari orang2 terbaik di bumi dengan izinNya. darah2 orang sholeh, orang2 baik, yang luar biasa, tentu akan jadi sesuatu yang berpengaruh sekali dalam hidup saya. sebab pasti setiap sel ada memorinya. ada rekam jejaknya. memori dan rekam jejak beliau2 yang sholeh ini yang mudah2an menjadikan saya hamba Allah yang diampuni dan lebih baik lagi.
Selain Syeikh Baleid, ada juga Syeikh Kannash, asal Damaskus, Syiria. yang saya mengambil sanad Qur'an dari beliau, yang bersambung sanad beliau sampe Rasulullaah. Syeikh Kannash ini menguasai berbagai ilmu qiroaat, dan hafal Qur'an sejak usia di bawa 10th, dan udah menjadi Guru Qur'an sejak 14th.
Ada juga Syekh Salim Somla, asal Yaman. Yang sanadnya juga nyambung sampe Rasulullaah. Syeikh Salim Somla, juga dari remaja udah jadi Guru Qur'an di negaranya sana. putri saya, Quumii, adiknya Wirda, sedang mengambil sanad dari istri Syeikh Salim Somla, yang juga seorang haafizhah asal Yaman dan dosen di LIPIA.
Ngga nyangka, bila kemudian, kini, di Juli 2021, darahnya Syeikh Baleid, insyaaAllah akan menyatu dengan darah saya. ini sungguh hikmah yang luar biasa, dari dropnya keadaan saya, akibat kurang darah sampe setengah. katanya normalnya, kalau laki2, 14. lah saya 5. setengahnya aja ga nyampe.
saya harus segera melakukan transfusi darah, kalau engga, kolaps. karena terlalu rendah semua, telat ngangkat kalau pake makanan, suplemen, dan sekedar istirahat.
Banyak darah yang siap dan tersedia. namun, pihak RSPAD mempersilahkan saya memilih dan mengupayakan darah siapa yang mau dimasukkan ke dalam tubuh saya. jadi satu dengan darah saya. di sinilah saya melihat Keagungan dan Kebesaran Allah. saya tau, dosa saya banyak. maksiat saya, keburukan saya, kejelekan saya... sehingga Allah kasih kesempatan saya, mendapatkan darah dari orang2 terbaik di bumi dengan izinNya. darah2 orang sholeh, orang2 baik, yang luar biasa, tentu akan jadi sesuatu yang berpengaruh sekali dalam hidup saya. sebab pasti setiap sel ada memorinya. ada rekam jejaknya. memori dan rekam jejak beliau2 yang sholeh ini yang mudah2an menjadikan saya hamba Allah yang diampuni dan lebih baik lagi.
Selain Syeikh Baleid, ada juga Syeikh Kannash, asal Damaskus, Syiria. yang saya mengambil sanad Qur'an dari beliau, yang bersambung sanad beliau sampe Rasulullaah. Syeikh Kannash ini menguasai berbagai ilmu qiroaat, dan hafal Qur'an sejak usia di bawa 10th, dan udah menjadi Guru Qur'an sejak 14th.
Ada juga Syekh Salim Somla, asal Yaman. Yang sanadnya juga nyambung sampe Rasulullaah. Syeikh Salim Somla, juga dari remaja udah jadi Guru Qur'an di negaranya sana. putri saya, Quumii, adiknya Wirda, sedang mengambil sanad dari istri Syeikh Salim Somla, yang juga seorang haafizhah asal Yaman dan dosen di LIPIA.
Lihat Juga :