Satgas COVID-19 Bubarkan Hajatan di Muara Gembong Bekasi
Senin, 19 Juli 2021 - 08:47 WIB
Satgas COVID-19 Kabupaten Bekasi membubarkan resepsi pernikahan di Kampung Kedung Bokor, RT 001/RW 008, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Minggu (18/7/2021) sore. SINDOnews/Abdullah M Surjaya
BEKASI - Satgas COVID-19 Kabupaten Bekasi membubarkan resepsi pernikahan di Kampung Kedung Bokor, RT 001/RW 008, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi , Minggu (18/7/2021) sore. Hajatan itu dibubarkan lantaran melanggar aturan dari PPKM Darurat.
Dalam resepsi pernikahan terlihat warga berkerumun dan tidak menggunakan masker. Alhasil, petugas gabungan dari kepolisian, TNI dan pemerintah setempat yang mendapatkan informasi langsung datang ke lokasi dan membubarkan kegiatan tersebut. (Baca juga; Kemenag Kabupaten Bekasi: KUA Tutup Layanan Daftar Nikah )
Kapolsek Muara Gembong Iptu Taufik Hidayat mengatakan, petugas gabungan bersama Satgas COVID-19 Kecamatan Muara Gembong mendapatkan informasi masyarakat terkait adanya warga yang menggelar resepsi pernikahan. Saat datang ke lokasi, ternyata benar tengah berlangsung kegiatan hajatan tersebut.
Acara hajatan itu dihadiri lebih dari 30 orang tamu undangan tanpa adanya protokol kesehatan yang diterapkan. ”Kami langsung meminta acara resepsi pernikahan dihentikan karena sesuai aturan PPKM Darurat tidak diperbolehkan ada acara hajatan atau resepsi,” kata Taufik kepada SINDOnews, Senin (19/7/2021).
Dalam resepsi pernikahan terlihat warga berkerumun dan tidak menggunakan masker. Alhasil, petugas gabungan dari kepolisian, TNI dan pemerintah setempat yang mendapatkan informasi langsung datang ke lokasi dan membubarkan kegiatan tersebut. (Baca juga; Kemenag Kabupaten Bekasi: KUA Tutup Layanan Daftar Nikah )
Kapolsek Muara Gembong Iptu Taufik Hidayat mengatakan, petugas gabungan bersama Satgas COVID-19 Kecamatan Muara Gembong mendapatkan informasi masyarakat terkait adanya warga yang menggelar resepsi pernikahan. Saat datang ke lokasi, ternyata benar tengah berlangsung kegiatan hajatan tersebut.
Acara hajatan itu dihadiri lebih dari 30 orang tamu undangan tanpa adanya protokol kesehatan yang diterapkan. ”Kami langsung meminta acara resepsi pernikahan dihentikan karena sesuai aturan PPKM Darurat tidak diperbolehkan ada acara hajatan atau resepsi,” kata Taufik kepada SINDOnews, Senin (19/7/2021).
Lihat Juga :