Darurat COVID-19, Jabar Tambah 2.400 Tempat Tidur Baru

Minggu, 20 Juni 2021 - 04:31 WIB
Kang Emil menjelaskan, yang terjadi saat ini jatah tempat tidur untuk COVID-19 memang mendekati 100% di Jabar. Namun, bukan dari total seluruh jumlah tempat tidur di RS tersebut. "Misalnya dari 500 bed, jatah COVID-nya 20 persen berarti kan 100 tempat tidur. Nah kalau 100-nya terpakai, itu baru 100 persen. Tapi bukan 100 persen dari 500," ungkapnya.

Oleh karena itu, Satgas COVID-19 Jabar mengantisipasi dengan menambah setiap rumah yang mengalami peningkatan keterisian tempat tidurnya. Dari 382 rumah sakit rujukan, tingkat keterisian memang terus meningkat. "Sesuai prosedur kedaruratan COVID-19, kami menambah dari yang rata-rata 20 persen menjadi 30 persen," jelasnya.

Kang Emil mengapresiasi penanganan yang dilakukan RSUD Al-Ihsan yang memanfaatkan gedung perawatan anak untuk dijadikan sebagai tempat pasien COVID-19. "Al-Ihsan yang hari ini jatah bed COVID-nya sudah penuh 100 persen ditambahi 50 kurang lebih, maka masih ada yang dapat digunakan, apabila masih kurang lagi nanti kita pikirkan lagi," paparnya.

Apabila setiap rumah sakit mengalami peningkatan keterisian tempat tidur, walaupun sudah dinaikkan menjadi 40%, maka Jabar akan siapkan rumah sakit darurat guna mengantisipasi lonjakan tersebut. Urutannya adalah dari 20% yang dialokasikan sekarang kebijakannya dinaikkan menjadi 30%. Kalau masih kurang dinaikkan lagi ke 40%.

"Sampai betul-betul tidak memungkinkan barulah masuk ke tahap berikutnya yaitu membuat rumah sakit darurat," jelasnya. Tak hanya itu, Kang Emil akan memanfaatkan gedung baru RSUD Otto Iskandardinata yang berada di Soreang, Kabupaten Bandung untuk dijadikan tempat perawatan pasien COVID-19.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!