Waspada! Jurnalis Okezone Nyaris Menjadi Korban Penipuan Modus Salah Transfer Pembayaran PBB
Minggu, 20 Juni 2021 - 00:03 WIB
Namun, Santi mengaku orang tersebut mengetahui nama panggilan dan lengkap dari suaminya tersebut saat menanyakan ke tukang kebunnya. Baca: Tega! Sopir Angkot di Tangerang Ini Perkosa Nenek Tunanetra Berusia 60 Tahun
"Dia memaksa minta ketemu tapi saya dan keluarga tidak mau temuin. Dan mereka akhirnya pergi setelah ngobrol lama sama tukang kebun saya. Beruntungnya peliharaan anjing saya terus mengonggong karena melihat orang baru jadi mereka tak berani masuk ke dalam. Mereka hanya di luar pagar rumah," ujar Santi.
Setelah meninggalkan rumah, kata Santi, dua orang itu meninggalkan sepucuk surat invoice beserta dengan nomor handphone dari pria tersebut. "Dia pede banget loh. Saya sampai hah Rp70 juta salah transfer, ini dia tinggalin nomor HP katanya suruh telepon," ucap Santi.
Sempat merasa percaya tak percaya, akhirnya Santi menelepon kakak iparnya untuk memastikan apakah suaminya memiliki tanggungan objek pajak. Dari hasil pembicaraannya, terkait hal itu sang suami biasanya diurus melalui kantor untuk pembayaran perpajakan. Mengingat, suaminya merupakan seorang yang memiliki usaha.
Santi menambahkan, apabila orang tadi salah transfer apalagi melalui aplikasi perdagangan elektronik ternama, seharusnya dia mengurusnya ke platform tersebut atau Kantor Pajak.
"Dia memaksa minta ketemu tapi saya dan keluarga tidak mau temuin. Dan mereka akhirnya pergi setelah ngobrol lama sama tukang kebun saya. Beruntungnya peliharaan anjing saya terus mengonggong karena melihat orang baru jadi mereka tak berani masuk ke dalam. Mereka hanya di luar pagar rumah," ujar Santi.
Setelah meninggalkan rumah, kata Santi, dua orang itu meninggalkan sepucuk surat invoice beserta dengan nomor handphone dari pria tersebut. "Dia pede banget loh. Saya sampai hah Rp70 juta salah transfer, ini dia tinggalin nomor HP katanya suruh telepon," ucap Santi.
Sempat merasa percaya tak percaya, akhirnya Santi menelepon kakak iparnya untuk memastikan apakah suaminya memiliki tanggungan objek pajak. Dari hasil pembicaraannya, terkait hal itu sang suami biasanya diurus melalui kantor untuk pembayaran perpajakan. Mengingat, suaminya merupakan seorang yang memiliki usaha.
Santi menambahkan, apabila orang tadi salah transfer apalagi melalui aplikasi perdagangan elektronik ternama, seharusnya dia mengurusnya ke platform tersebut atau Kantor Pajak.
Lihat Juga :