Catat Kenaikan Ekspor 23 Persen, Ridwan Kamil: Mesin Ekonomi Kembali Berfungsi
Rabu, 16 Juni 2021 - 13:27 WIB
Dia menyebutkan, ekspor menjadi salah satu andalan selain investasi, daya beli masyarakat, dan belanja negara dalam upaya menggerakan roda ekonomi di masa pandemi COVID-19.
"Nah, satu mesin ekonomi itu sudah berfungsi lagi, ukurannya ekspor kita sudah naik. Pada saat yang sama dibanding tahun lalu, sekarang kita naik hampir 23 persen, total mencapai Rp150 triliun sampai April (2021)," ungkap Kang Emil di rumah dinasnya, Gedung Negara Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Rabu (16/6/2021).
Menurut Kang Emil, sektor investasi dan ekspor Jabar masih menempati urutan teratas di tingkat nasional. Dari nilai ekspor Jabar Rp150 triliun, mayoritas berupa ekspor non-migas. "Kami ini provinsi yang produk-produknya disukai dunia," ucapnya.
Kenaikan ekspor dinilai Kang Emil sebagai indikator pemulihan ekonomi. Pemerintah Daerah Provinsi Jabar sendiri, kata Kang Emil, terus mencari informasi terkait kebutuhan ekspor dunia yang kemudian disampaikan kepada para pengusaha lokal.
"Kita juga melatih UKM atau pengusaha lokal untuk berorientasi ekspor. Bulan depan kami sudah punya kampus ekspor UKM. UKM kadang-kadang punya barang, tapi nggak ngerti ekspor," ujarnya.
Diakui Kang Emil, mayoritas ekspor Jabar masih didominasi produk manufaktur, sedangkan produk UKM terbilang masih kecil. "Padahal, kita tahu fondasi ekonomi Jawa Barat mayoritas UMKM," katanya.
"Nah, satu mesin ekonomi itu sudah berfungsi lagi, ukurannya ekspor kita sudah naik. Pada saat yang sama dibanding tahun lalu, sekarang kita naik hampir 23 persen, total mencapai Rp150 triliun sampai April (2021)," ungkap Kang Emil di rumah dinasnya, Gedung Negara Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Rabu (16/6/2021).
Menurut Kang Emil, sektor investasi dan ekspor Jabar masih menempati urutan teratas di tingkat nasional. Dari nilai ekspor Jabar Rp150 triliun, mayoritas berupa ekspor non-migas. "Kami ini provinsi yang produk-produknya disukai dunia," ucapnya.
Kenaikan ekspor dinilai Kang Emil sebagai indikator pemulihan ekonomi. Pemerintah Daerah Provinsi Jabar sendiri, kata Kang Emil, terus mencari informasi terkait kebutuhan ekspor dunia yang kemudian disampaikan kepada para pengusaha lokal.
"Kita juga melatih UKM atau pengusaha lokal untuk berorientasi ekspor. Bulan depan kami sudah punya kampus ekspor UKM. UKM kadang-kadang punya barang, tapi nggak ngerti ekspor," ujarnya.
Diakui Kang Emil, mayoritas ekspor Jabar masih didominasi produk manufaktur, sedangkan produk UKM terbilang masih kecil. "Padahal, kita tahu fondasi ekonomi Jawa Barat mayoritas UMKM," katanya.
Lihat Juga :