Kadinkes DKI Sebut Dua Varian COVID-19 Lebih Mematikan
Selasa, 15 Juni 2021 - 10:45 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, ada dua hal baru yang mengkhawatirkan, yakni varian baru mutasi virus Sars-Cov-2 atau COVID-19 yang berasal dari luar negeri. Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta , Widyastuti mengatakan, ada dua hal baru yang mengkhawatirkan, yakni varian baru mutasi COVID-19 yang berasal dari luar negeri. Penyebaran transmisi virus ini sudah ada di Jakarta.
Widyastuti memaparkan, ada beberapa varian yang harus diwaspadai, terutama varian Delta B1617.2 yang sudah bertransmisi di Jakarta. “Varian baru ini cukup merepotkan karena mereka memiliki kemampuan tersendiri untuk menginfeksi,” katanya, Selasa (15/6/2021). (Baca juga; Waspada! Virus Covid-19 Varian Delta Bermutasi Bentuk Varian Delta Plus )
Dia mencontoh varian Delta B1617.2 mudah menyebar dan varian Beta B1351 mudah membuat gejala menjadi berat atau lebih mematikan. “Meskipun menurut penelitian terakhir, seluruh varian masih dapat diantisipasi dengan vaksin, tetapi ini benar-benar harus kita waspadai bersama,” urainya.
Melihat Jakarta yang memasuki fase krusial dan mencegah agar tak masuk fase genting, Widyastuti memastikan, seluruh jajaran Pemprov DKI kini tengah bekerja menyiapkan antisipasi jangka pendek terlebih dahulu dengan menambah semaksimal mungkin kapasitas keterisian tempat tidur isolasi atau Bed Occupancy Rate (BOR).
Widyastuti memaparkan, ada beberapa varian yang harus diwaspadai, terutama varian Delta B1617.2 yang sudah bertransmisi di Jakarta. “Varian baru ini cukup merepotkan karena mereka memiliki kemampuan tersendiri untuk menginfeksi,” katanya, Selasa (15/6/2021). (Baca juga; Waspada! Virus Covid-19 Varian Delta Bermutasi Bentuk Varian Delta Plus )
Dia mencontoh varian Delta B1617.2 mudah menyebar dan varian Beta B1351 mudah membuat gejala menjadi berat atau lebih mematikan. “Meskipun menurut penelitian terakhir, seluruh varian masih dapat diantisipasi dengan vaksin, tetapi ini benar-benar harus kita waspadai bersama,” urainya.
Melihat Jakarta yang memasuki fase krusial dan mencegah agar tak masuk fase genting, Widyastuti memastikan, seluruh jajaran Pemprov DKI kini tengah bekerja menyiapkan antisipasi jangka pendek terlebih dahulu dengan menambah semaksimal mungkin kapasitas keterisian tempat tidur isolasi atau Bed Occupancy Rate (BOR).
Lihat Juga :