Dukung Keanekaragaman Hayati, 16 Lembaga dan Tokoh di Babel Terima Penghargaan KLHK
Selasa, 25 Mei 2021 - 10:01 WIB
Dirjen KSDAE Wiratno, menyerahkan piagam penghargaan kepada pada tokoh dan jurnalis di Babel. Foto/Istimewa
BANGKA TENGAH - Sebanyak 16 lembaga dan tokoh masyarakat di Bangka Belitung ( Babel ), menerima penghargaan dari Direktorat Jendral Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (Ditjen KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Penghargaan diberikan atas komitmen mereka dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati di Babel.
Penghargaan itu diserahkan langsung Dirjen KSDAE Wiratno,di kawasan Hutan Lindung Mangrove Mujang Kurau Barat, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (24/5/2021).
“Kami mengapresiasi partisipasi semua pihak yang telah mendukung keanekaragaman hayati semoga hal ini memberikan dampak positif terhadap lingkungan,” kata Wiratno, usai kegiatan.
Selain Dirjen KSDAE Wiratno, Dirjen Gakkum KLHK Rasio Rido Sani turut hadir dalam kegiatan itu. Ia mengatakan, mereka yang menerima penghargaan merupakan orang - orang yang sangat berperan penting dalam menjaga kelestarian satwa dan lingkungan.
"Kami mengapreasi semua pihak dalam upaya-upaya penyelamatan sumberdaya alam, baik itu wartawan, ilmuan, BUMN, aparat pemerintah maupun aparat penegak hukum lainnya," ujar Rido Sani.
Penghargaan diberikan atas komitmen mereka dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati di Babel.
Penghargaan itu diserahkan langsung Dirjen KSDAE Wiratno,di kawasan Hutan Lindung Mangrove Mujang Kurau Barat, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (24/5/2021).
“Kami mengapresiasi partisipasi semua pihak yang telah mendukung keanekaragaman hayati semoga hal ini memberikan dampak positif terhadap lingkungan,” kata Wiratno, usai kegiatan.
Selain Dirjen KSDAE Wiratno, Dirjen Gakkum KLHK Rasio Rido Sani turut hadir dalam kegiatan itu. Ia mengatakan, mereka yang menerima penghargaan merupakan orang - orang yang sangat berperan penting dalam menjaga kelestarian satwa dan lingkungan.
"Kami mengapreasi semua pihak dalam upaya-upaya penyelamatan sumberdaya alam, baik itu wartawan, ilmuan, BUMN, aparat pemerintah maupun aparat penegak hukum lainnya," ujar Rido Sani.
Lihat Juga :