Sulitnya Medan Geografis Tak Surutkan Satgas Nemangkawi Buru Kelompok Teroris di Papua
Minggu, 23 Mei 2021 - 11:52 WIB
Tampak anggota Satgas Nemangkawi saat berdialog dan bercanda dengan warga Papua. (Ist)
TIMIKA - Meski dengan kondisi geografis dan medan yang sulit, namun pasukan TNI-Polri yang tergabung dalam Operasi Nemangkawi di Papua takan pernah gentar dalam memburu kelompok kriminal teroris bersenjata (KKTB).
"Saat ini mereka termonitor IT sudah kabur dan mundur sampai ke daerah Kuyawage wilayah lany jaya, dan pasukan TNI-Polri berhasil menguasai wilayah Puncak Papua ," kata Kombes M.Iqbal ASik saat berbincang dengan media di Timika. Minggu ( 23/05 )
Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes Polisi M. Iqbal Alqudusy tidak menampik jika dilapangan KKTB lebih menguasai medan, karena kelompok ini lebih mengenal kondisi geografis Papua. " Ini adalah daerah tempat mai nya mereka sejak kecil. Medan dan kondisi geografisnya luar biasa. Soal penguasaan medan, mereka (KKTB) lebih menguasai daripada kami," kata Kombes Iqbal, minggu (23/5/2021).
Selain kondisi geografis, faktor lainnya karena masih ada oknum-oknum masyarakat yang diduga memberikan informasi dan perlindungan kepada KKTB saat dilakukan pengejaran dari pasukan TNI-Polri.
KKTB selalu menjadikan masyarakat sebagai tameng hidup. Hal ini menurut Kombes Iqbal, membuat pihaknya kesulitan dalam melakukan penindakan, karena tidak menginginkan adanya jatuh korban dari masyarakat.
"Saat ini mereka termonitor IT sudah kabur dan mundur sampai ke daerah Kuyawage wilayah lany jaya, dan pasukan TNI-Polri berhasil menguasai wilayah Puncak Papua ," kata Kombes M.Iqbal ASik saat berbincang dengan media di Timika. Minggu ( 23/05 )
Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes Polisi M. Iqbal Alqudusy tidak menampik jika dilapangan KKTB lebih menguasai medan, karena kelompok ini lebih mengenal kondisi geografis Papua. " Ini adalah daerah tempat mai nya mereka sejak kecil. Medan dan kondisi geografisnya luar biasa. Soal penguasaan medan, mereka (KKTB) lebih menguasai daripada kami," kata Kombes Iqbal, minggu (23/5/2021).
Selain kondisi geografis, faktor lainnya karena masih ada oknum-oknum masyarakat yang diduga memberikan informasi dan perlindungan kepada KKTB saat dilakukan pengejaran dari pasukan TNI-Polri.
KKTB selalu menjadikan masyarakat sebagai tameng hidup. Hal ini menurut Kombes Iqbal, membuat pihaknya kesulitan dalam melakukan penindakan, karena tidak menginginkan adanya jatuh korban dari masyarakat.