Penembakan Massal di Kanada Tewaskan 13 Orang
Senin, 20 April 2020 - 07:52 WIB
Para petugas polisi Kanada yang terlibat dalam perburuan pelaku penembakan massal di Nova Scotia, Minggu (19/4/2020). Foto/REUTERS/John Morris
KANADA - Penembakan massal di wilayah Nova Scotia, Kanada melibatkan pria bersenjata dan membantai 13 orang secara acak, termasuk seorang perwira, di beberapa lokasi.
Berdasarkan Royal Canadian Mounted Police (RCMP), kepolisian Kanada, pelaku pembantaian sudah tewas selama perburuan besar-besaran. Penembakan massal berlangsung pada Sabtu malam waktu setempat, di saat negara itu sedang menghadapi pandemi virus corona jenis baru, Covid-19.
Pelaku penembakan massal diidentifikasi oleh polisi sebagai Gabriel Wortman. Usianya 51 tahun. Dia beraksi di daerah pedesaan dekat kota Portapique.
Heidi Stevenson, seorang veteran dari RCMP dan seorang ibu dari dua anak, terbunuh dalam merespons penembak aktif. Seorang petugas RCMP lain berada di rumah sakit dengan cedera yang tidak mengancam jiwa.
Menurut polisi, secara keseluruhan sebanyak 13 orang kehilangan nyawa mereka. Namun, polisi memperingatkan bahwa kemungkinan ada lebih banyak korban jiwa karena penyelidikan masih berlangsung.
"RCMP mengatakan para petugas yang menanggapi penggilan telepon 911 tadi malam menemukan banyak mayat di dalam dan di luar rumah tempat mereka dihubungi," kata jurnalis Mercedes Stephenson, kepala biro Ottawa untuk Global News melalui akun Twitter-nya, @MercedesGlobal, Senin (20/4/2020).
Berdasarkan Royal Canadian Mounted Police (RCMP), kepolisian Kanada, pelaku pembantaian sudah tewas selama perburuan besar-besaran. Penembakan massal berlangsung pada Sabtu malam waktu setempat, di saat negara itu sedang menghadapi pandemi virus corona jenis baru, Covid-19.
Pelaku penembakan massal diidentifikasi oleh polisi sebagai Gabriel Wortman. Usianya 51 tahun. Dia beraksi di daerah pedesaan dekat kota Portapique.
Heidi Stevenson, seorang veteran dari RCMP dan seorang ibu dari dua anak, terbunuh dalam merespons penembak aktif. Seorang petugas RCMP lain berada di rumah sakit dengan cedera yang tidak mengancam jiwa.
Menurut polisi, secara keseluruhan sebanyak 13 orang kehilangan nyawa mereka. Namun, polisi memperingatkan bahwa kemungkinan ada lebih banyak korban jiwa karena penyelidikan masih berlangsung.
"RCMP mengatakan para petugas yang menanggapi penggilan telepon 911 tadi malam menemukan banyak mayat di dalam dan di luar rumah tempat mereka dihubungi," kata jurnalis Mercedes Stephenson, kepala biro Ottawa untuk Global News melalui akun Twitter-nya, @MercedesGlobal, Senin (20/4/2020).
Lihat Juga :