Oknum Pegawai Disdik Makassar Lakukan Pungli, Guru hingga Kepsek Mengeluh
Selasa, 18 Mei 2021 - 07:43 WIB
Ada oknum pegawai Disdik Makassar yang melakukan praktik jual beli tanda tangan. Foto: Ilustrasi
MAKASSAR - Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar tengah jadi sorotan. Ada oknum pegawai yang melakukan praktik jual beli tanda tangan. Nilainya fantastis, mencapai Rp2 juta satu kali tanda tangan.
Hal tersebut diketahui usai sejumlah aduan dilaporkan ke Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. Praktik itu disebut sudah berlangsung lama. Hanya saja laporannya baru dia terima akhir-akhir ini.
Sehingga menurut dia perlu untuk melakukan resetting total dijajaran pejabat Disdik Makassar. Apalagi diakuinya praktik pungutan liar rawan terjadi di Disdik Makassar.
"Saya dapat keluhan, apa benar setiap tanda tangan harus bayar, saya tanya berapa katanya Rp2 juta," kata Danny, Senin (17/5/2021).
Baca Juga: Absen di Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, 651 ASN Terancam Tak Terima TPP
Danny juga mengaku belum mengetahui persis terkait persoalan itu. Jelasnya, dugaan terkait jual beli tanda tangan di Disdik Makassar telah mencoreng dunia pendidikan di Kota Makassar. Dia menyebut rata-rata mereka yang mengeluh adalah kepala sekolah dan guru.
Hal tersebut diketahui usai sejumlah aduan dilaporkan ke Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. Praktik itu disebut sudah berlangsung lama. Hanya saja laporannya baru dia terima akhir-akhir ini.
Sehingga menurut dia perlu untuk melakukan resetting total dijajaran pejabat Disdik Makassar. Apalagi diakuinya praktik pungutan liar rawan terjadi di Disdik Makassar.
"Saya dapat keluhan, apa benar setiap tanda tangan harus bayar, saya tanya berapa katanya Rp2 juta," kata Danny, Senin (17/5/2021).
Baca Juga: Absen di Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, 651 ASN Terancam Tak Terima TPP
Danny juga mengaku belum mengetahui persis terkait persoalan itu. Jelasnya, dugaan terkait jual beli tanda tangan di Disdik Makassar telah mencoreng dunia pendidikan di Kota Makassar. Dia menyebut rata-rata mereka yang mengeluh adalah kepala sekolah dan guru.
Lihat Juga :