Polisi Ciduk Kawanan Geng Balap Liar yang Tutup Jalan Raya Serpong
Kamis, 21 Mei 2020 - 22:00 WIB
Kapolsek Serpong AKP Supriyanto menambahkan, ke-4 tersangka yang ditangkap akan dibebaskan dalam 1x24 jam. Sebagaimana UU Karantina Kesehatan mereka tidak bisa dipenjara hingga 1 tahun."Dalam 1x24 jam, mereka akan dibebaskan, dipulangkan ke rumah. Tetapi statusnya sebagai tahanan rumah. Nanti kita juga akan periksa kelengkapan surat-surat motornya. Jika tidak ada, kita tangkap lagi," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, kawanan ini sudah tiga kali melakukan balap liar menutup jalan di Tangsel dan Jaktim. Dalam setiap aksinya, mereka biasa balapan dengan taruhan uang dan menutup jalan pada malam dan dini hari.
"Dalam peristiwa ini, ada lebih dari 10 orang yang masih dalam penyelidikan kita. Jadi, kedua kelompok ini masing-masing punya basecamp di rumah yang dijadikan sebagai bengkel untuk merakit motor balap," jelasnya.
Di tempat yang sama, Wahyudin, mekanik balap yang berperan melakukan aksi menutup jalan mengaku menyesal setelah ditangkap pihak kepolisian Serpong."Dengan kejadian ini, saya minta maaf karena menutup jalan pada pagi hari. Saat itu, saya lagi tidur dibangunin dan maksa untuk lepas di pagi hari, karena malem banyak patroli, jadi enggak dapat jalan," jelas Wahyudin.
Dalam merakit motor balap, dirinya mengaku butuh biaya yang tidak sedikit minimal Rp3 juta. Adapun, motor yang digunakan banyak yang berjenis matic. Sebelum digunakan, motor dibongkar ulang dan dirakit di bengkel."Belum ada pemenang. Sebab langsung dibubarkan. Belum ada yang transfer. Sudah keburu tertangkap. Taruhannya Rp3 juta sekali balap. Sudah sering balap," ucapnya.
Dari hasil pemeriksaan, kawanan ini sudah tiga kali melakukan balap liar menutup jalan di Tangsel dan Jaktim. Dalam setiap aksinya, mereka biasa balapan dengan taruhan uang dan menutup jalan pada malam dan dini hari.
"Dalam peristiwa ini, ada lebih dari 10 orang yang masih dalam penyelidikan kita. Jadi, kedua kelompok ini masing-masing punya basecamp di rumah yang dijadikan sebagai bengkel untuk merakit motor balap," jelasnya.
Di tempat yang sama, Wahyudin, mekanik balap yang berperan melakukan aksi menutup jalan mengaku menyesal setelah ditangkap pihak kepolisian Serpong."Dengan kejadian ini, saya minta maaf karena menutup jalan pada pagi hari. Saat itu, saya lagi tidur dibangunin dan maksa untuk lepas di pagi hari, karena malem banyak patroli, jadi enggak dapat jalan," jelas Wahyudin.
Dalam merakit motor balap, dirinya mengaku butuh biaya yang tidak sedikit minimal Rp3 juta. Adapun, motor yang digunakan banyak yang berjenis matic. Sebelum digunakan, motor dibongkar ulang dan dirakit di bengkel."Belum ada pemenang. Sebab langsung dibubarkan. Belum ada yang transfer. Sudah keburu tertangkap. Taruhannya Rp3 juta sekali balap. Sudah sering balap," ucapnya.
(hab)
Lihat Juga :