UMKM Bisa Bangkitkan Sektor Pariwisata di Tanah Air
Selasa, 20 April 2021 - 04:54 WIB
Pelaku UMKM juga secara masif beradaptasi, beralih ke digital dalam setiap kegiatan dagangnya. Artinya, aktivitas perdagangan yang dilakukannya saat ini dengan memanfaatkan ruang digital, tidak hanya mengandalkan medium konvensional saja. "Kemampuan adaptasi itu yang luar biasa dengan mulai beradaptasi dengan market baru ke digital. Tahun lalu ada peningkatan 4 juta kita yang tertinggi di platform digital kita, jadi total yang sudah beralih sekarang 12 juta UMKM," imbuhnya.
Menrutnya, jika pelaku UMKM di dalam negeri yang berhasil melakukan dua hal tersebut, diyakini dalam beberapa waktu ke depan akan memiliki peningkatan penghasilan. Sebab, dari data penjualan secara daring meningkat tajam mencapai 26 persen dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. "Yang berhasil melakukan transformasi ke digital, penjualan tahun lalu naik 26 persen,"kata Menteri Teten.
Pada kesempatan yang sama Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (AKUMINDO) M. Ikhsan Ingratubun mengatakan bahwa cepatnya sektor UMKM bangkit dari keterpurukkan akibat pandemi berkat serangkaian kebijakan dan stimulus yang tepat yang diberikan pemerintah. "Stimulusnya ada beberapa yang berdampak langsung, itu saya kira sudah sangat baik," ujarnya. Baca juga: Genjot Ekspor UMKM dengan Pemanfaatan Perjanjian Dagang Internasional
Misalnya kebijakan hibah yang menyalurkan sejumlah uang senilai Rp2,4 juta kepada UMKM yang terdampak. Nilai tersebut dapat membuat para pelaku UMKM tetap bertahan melakukan kegiatan perdagangan di tengah gempuran COVID-19.
Kebijakan ini membuktikan, bahwa pemerintah tetap perduli dengan eksistensi para pelaku UMKM di tengah pandemi. Langkah ini dikatakannya menyulut semangat para pelaku untuk tetap bertahan dan tumbuh. "Kita bersyukurlah pemerintah masih tetap memberikan perhatian kepada para pelakuUMKM," imbuhnya.
Menrutnya, jika pelaku UMKM di dalam negeri yang berhasil melakukan dua hal tersebut, diyakini dalam beberapa waktu ke depan akan memiliki peningkatan penghasilan. Sebab, dari data penjualan secara daring meningkat tajam mencapai 26 persen dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. "Yang berhasil melakukan transformasi ke digital, penjualan tahun lalu naik 26 persen,"kata Menteri Teten.
Pada kesempatan yang sama Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (AKUMINDO) M. Ikhsan Ingratubun mengatakan bahwa cepatnya sektor UMKM bangkit dari keterpurukkan akibat pandemi berkat serangkaian kebijakan dan stimulus yang tepat yang diberikan pemerintah. "Stimulusnya ada beberapa yang berdampak langsung, itu saya kira sudah sangat baik," ujarnya. Baca juga: Genjot Ekspor UMKM dengan Pemanfaatan Perjanjian Dagang Internasional
Misalnya kebijakan hibah yang menyalurkan sejumlah uang senilai Rp2,4 juta kepada UMKM yang terdampak. Nilai tersebut dapat membuat para pelaku UMKM tetap bertahan melakukan kegiatan perdagangan di tengah gempuran COVID-19.
Kebijakan ini membuktikan, bahwa pemerintah tetap perduli dengan eksistensi para pelaku UMKM di tengah pandemi. Langkah ini dikatakannya menyulut semangat para pelaku untuk tetap bertahan dan tumbuh. "Kita bersyukurlah pemerintah masih tetap memberikan perhatian kepada para pelakuUMKM," imbuhnya.
(don)
Lihat Juga :