Hamim-Merlan Monitoring Harga Bahan Pokok di Pasar Jumat Kabila
Jum'at, 16 April 2021 - 15:30 WIB
Bupati Bone Bolango Hamim dan Wakil Bupati Merlan memonitoring ketersediaan dan harga bahan-bahan pokok di Pasar Jumat Kelurahan Tumbihe, Jumat (16/4/2021).
SUWAWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango turun ke pasar pada hari keempat Ramadhan. Tidak tanggung-tanggung Bupati Bone Bolango Hamim Pou dan Wakil Bupati Merlan S. Uloli bersama unsur dinas terkait dan dari BPOM Gorontalo melakukan pemantauan dan monitoring ketersediaan dan harga bahan-bahan pokok di Pasar Jumat Kelurahan Tumbihe, Kecamatan Kabila, Jumat (16/4/2021).
Bupati Hamim Pou mengatakan bahwa harga bahan pokok masih stabil. Menurutnya, dari hasil monitoring yang dilakukan di pasar Jumat Kabila, harga-harga bahan pokok relatif stabil. Meski diakuinya ada sedikit pergerakan harga, terutama cabai. Seperti biasa di bulan Ramadhan permintaan akan cabai luar biasa tingginya.
“Tadi kami menemukan harga cabai bervariasi antara Rp85.000 hingga Rp95.000 perkilo-nya. Mudah-mudahan ini masih bisa dijangkau oleh masyarakat Gorontalo, termasuk masyarakat Bone Bolango,” katanya.
Hamim mengungkapkan bahwa pergerakan harga cabai yang relatif dinamis ini karena dipengaruhi cabai dari Gorontalo banyak dikirim ke luar daerah, seperti ke Kotamobagu dan Manado yang juga budayanya sama dengan Gorontalo. Budaya makan cabai, makan yang pedas. ”Tentu ini kesempatan bagi kita para petani untuk banyak menanam cabai,” ujarnya.
Bupati Hamim Pou mengatakan bahwa harga bahan pokok masih stabil. Menurutnya, dari hasil monitoring yang dilakukan di pasar Jumat Kabila, harga-harga bahan pokok relatif stabil. Meski diakuinya ada sedikit pergerakan harga, terutama cabai. Seperti biasa di bulan Ramadhan permintaan akan cabai luar biasa tingginya.
“Tadi kami menemukan harga cabai bervariasi antara Rp85.000 hingga Rp95.000 perkilo-nya. Mudah-mudahan ini masih bisa dijangkau oleh masyarakat Gorontalo, termasuk masyarakat Bone Bolango,” katanya.
Hamim mengungkapkan bahwa pergerakan harga cabai yang relatif dinamis ini karena dipengaruhi cabai dari Gorontalo banyak dikirim ke luar daerah, seperti ke Kotamobagu dan Manado yang juga budayanya sama dengan Gorontalo. Budaya makan cabai, makan yang pedas. ”Tentu ini kesempatan bagi kita para petani untuk banyak menanam cabai,” ujarnya.
Lihat Juga :