Pimpinan DPRD Depok Desak Kadis Damkar Bersuara Soal Dugaan Korupsi agar Isu Tidak Liar
Jum'at, 16 April 2021 - 09:35 WIB
Foto: Ilustrasi/SINDOnews
DEPOK - Wakil Ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo mendesak Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok segera memberikan klarifikasi soal dugaan korupsi yang terjadi di instansinya.
Menurut dia, isu ini sudah berkembang agak liar sehingga harus segera ditindaklanjuti oleh pimpinan dinas tersebut.
Baca juga: Sandi Bongkar Satu Persatu Persoalan di Dinas Damkar Kota Depok, Ini yang Terbaru
“Kepala Dinas Damkar harusnya segera memberikan yang pertama klarifikasi karena kan kita juga tidak bisa mendengarkan itu secara sepihak. Beliau sebagai kepala dinas Damkar yang bertanggungjawab harus segera memberikan klarifikasi yang sebenarnya seperti apa,” ujar Hendrik, Jumat (16/4/2021).
Dia belum mau berkomentar panjang perihal dugaan korupsi pengadaan sepatu tahun 2018. Dia menekankan sekali lagi soal pentingnya kepala dinas terkait memberikan keterangan yang sebenarnya.
Soal intimidasi yang diucapkan Sandi Butar Butar, dia berharap intimidasi tersebut tidak benar. “Intimidasi ini juga kita belum tahu kebenarannya seperti apa, maka saya tidak etis kalau mengomentari itu,” katanya.
Menurut dia, isu ini sudah berkembang agak liar sehingga harus segera ditindaklanjuti oleh pimpinan dinas tersebut.
Baca juga: Sandi Bongkar Satu Persatu Persoalan di Dinas Damkar Kota Depok, Ini yang Terbaru
“Kepala Dinas Damkar harusnya segera memberikan yang pertama klarifikasi karena kan kita juga tidak bisa mendengarkan itu secara sepihak. Beliau sebagai kepala dinas Damkar yang bertanggungjawab harus segera memberikan klarifikasi yang sebenarnya seperti apa,” ujar Hendrik, Jumat (16/4/2021).
Dia belum mau berkomentar panjang perihal dugaan korupsi pengadaan sepatu tahun 2018. Dia menekankan sekali lagi soal pentingnya kepala dinas terkait memberikan keterangan yang sebenarnya.
Soal intimidasi yang diucapkan Sandi Butar Butar, dia berharap intimidasi tersebut tidak benar. “Intimidasi ini juga kita belum tahu kebenarannya seperti apa, maka saya tidak etis kalau mengomentari itu,” katanya.
Lihat Juga :