Kisah Addie MS dan Batusari Palmerah
Selasa, 13 April 2021 - 19:25 WIB
Semasa berjuang mempertahankan kemerdekaan, almarhum Bandi dianugerahi sejumlah penghargaan atas jasa-jasanya seperti tanda jasa pahlawan Bintang Gerilya, Satya Lencana Perang Kemerdekaan, dan Satya Lencana GOM ke-1.
"Kakak dari Papa gugur diterjang peluru di Semarang saat berjuang bersamanya. Beruntung Papa selamat, sehingga aku bisa hadir di dunia, menikmati hasil perjuangan Papa bersama berjuta pejuang lainnya," sambung Addie.
Setelah menikah, Bandi mendirikan pabrik ubin teraso PT Batusari menyuplai lantai teraso gedung-gedung di Jalan Sudirman seperti Sarinah, Hotel Sahid, dan bangunan lainnya di Jakarta. Dari pernikahan itu, Bandi dikaruniai delapan anak.
"Sayangnya, delapan anaknya tidak ada yang berminat untuk meneruskan usaha Papa. Kini nama Batusari diabadikan menjadi nama jalan di lokasi pabrik tersebut di daerah Palmerah," ujarnya.
Saat Bandi masih hidup, Addie menuturkan ayahnya sempat menentang keinginannya menjadi musisi. Namun, dia jalan terus dengan niat untuk menjadi musisi. Bahkan, penolakan itu menjadi semangat baginya untuk lebih memacu diri.
"Kakak dari Papa gugur diterjang peluru di Semarang saat berjuang bersamanya. Beruntung Papa selamat, sehingga aku bisa hadir di dunia, menikmati hasil perjuangan Papa bersama berjuta pejuang lainnya," sambung Addie.
Setelah menikah, Bandi mendirikan pabrik ubin teraso PT Batusari menyuplai lantai teraso gedung-gedung di Jalan Sudirman seperti Sarinah, Hotel Sahid, dan bangunan lainnya di Jakarta. Dari pernikahan itu, Bandi dikaruniai delapan anak.
"Sayangnya, delapan anaknya tidak ada yang berminat untuk meneruskan usaha Papa. Kini nama Batusari diabadikan menjadi nama jalan di lokasi pabrik tersebut di daerah Palmerah," ujarnya.
Saat Bandi masih hidup, Addie menuturkan ayahnya sempat menentang keinginannya menjadi musisi. Namun, dia jalan terus dengan niat untuk menjadi musisi. Bahkan, penolakan itu menjadi semangat baginya untuk lebih memacu diri.
Lihat Juga :