Sumur Tiga Rasa di Masjid Si Pitung, Begini Kisahnya

Selasa, 13 April 2021 - 06:31 WIB
Masjid ini didirikan oleh orang bangsa Melayu untuk penyebaran agama Islam di Pula Jawa, yang pada masa itu penduduk Jawa dan Sunda mayoritas beragama Hindu dan Budha.

Dan masjid ini pun menjadi saksi sejarah datangnya kerajaan Malaka dari Bangsa Melayu Salah satu yang Masih tertinggal yaitu kampung Malaka sebelah Selatan dari masjid Al alam. Baca juga: Al Osmani Masjid Tertua di Medan Jauh dari Perhatian Pemko Medan

Diceritakan Pengurus Masjid Al Alam, Kusnadi Ali Makruf mengatakan, masjid ini merupakan bangunan yang paling bersejarah sekaligus memiliki kisah yang paling unik. Yakni proses berdirinya masjid yang diketahui dibangun oleh para pemimpin atau para ulama dalam sehari.

"Masjid ini berdiri hanya dalam waktu semalam dan didirikan oleh para Aulia (ulama). Jadi kalau diceritakan sebelum adanya bangunan masjid ini, dibilang sorenya belum ada dan tahunya sudah ada saat pagi, pas matahari bersinar," kata Kusnadi.

Selain cerita itu, masjid ini juga memiliki kisa tersendiri seperti usianya yang sudah lebih dari 4 abad dan mempunyai sumur tua yang airnya memiliki tiga rasa, yakni tawar, asin dan manis.

Konon air sumur tua ini juga dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Benarkah demikian?

Sumur tiga rasa itu berada persis di samping Masjid si pitung. Keberadaan sumur tiga rasa itu juga mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk mengunjungi masjid yang dibangun dalam semalam itu. Baca juga: Kisah Unik Masjid Al-Alam Marunda, Masjid Wali Allah yang Dibangun Dalam Semalam
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!