Pemkab Tangerang Bikin Terobosan Kumpulkan Sampah Elektronik

Selasa, 06 April 2021 - 07:53 WIB
Sampah elektronik biasanya mengandung logam berharga seperti perak, tembaga, dan emas. Untuk mendapatkan logam tersebut biasanya akan dibakar atau diberi bahan kimia. Proses pemurnian itu yang menghasilkan gas dioksin, timbal. Kemudian gas hidrokarbon pembentuk efek rumah kaca ke udara sebagai polutan.

Timbal yang terhirup akan menganggu kinerja otak, sisitem saraf pusat, menyebabkan koma, kejang, gangguan ginjal, kemandulan, bahkan kematian. Tidak hanya itu, tumbuhan dan hewan juga perlahan akan mengalami keracunan udara hasil pemurnian sampah elektronik. Sampah elektronik juga mengandung logam berat beracun seperti merkuri, timbal, barium, kadmium, litium, dan arsenic. Kandungan tersebut berbahaya bagi makhluk hidup.

Logam berat akan masuk ke dalam tanah, mencemari tumbuhan dan meresap ke dalam batuan akuifer (sumber air tanah). Pada perairan seperti danau, sungai, teluk, dan laut, logam berat tersebut bisa menyebabkan kematian maupun mutasi genetik merugikan pada makhluk hidup.

Logam berat meresap ke dalam tumbuhan, tanah, air, dan tubuh hewan. Hal ini membuat manusia yang mengonsumsinya air, tumbuhan, daging, dan menghirup udara yang tercemar akan ikut tercemar logam berat. Karenanya Zaki mengajak masyarakat untuk memanfaatkan dropbox tersebut. Jika tidak bisa membuang sampah di lokasi yang disediakan, masyarakat dapat menghampiri mobil ewaste yang akan berkeliling.

“Mulai besok, kumpulkan sampah elektronik dan drop di dropbox EwasteRJ terdekat, juga temukan dan hampiri mobil dengan logo Kabupaten Tangerang dan EwasteRJ,” ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!