Ini Motif Anak Aniaya Orang Tua dan Adik hingga Sekarat di Mojokerto
Kamis, 01 April 2021 - 11:12 WIB
DMP, remaja Dusun Ngumpak, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto tega menganiaya orang tua kadungnya sendiri. SINDOnews/Tritus
MOJOKERTO - DMP, remaja Dusun Ngumpak, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto tega menganiaya orang tua kadungnya sendiri. Pelaku menghajar bapak, ibu, serta adik kandungnya dengan palu, lantaran sakit hati.
Akibat kejadian itu, Sugianto (52) dan Tatik Kuswatin (40) orang tua DMP serta adiknya berinisial Dy (8) mengalami luka parah . Mereka harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat pukulan benda tumpul itu.
Remaja berusia 17 tahun itu diamankan petugas selang beberapa jam pasca melakukan penganiayaan. Ia ditangkap petugas di Terminal Kertajaya Mojokerto saat hendak kabur ke luar kota. Ketika itu ia bersama dengan rekan-rekannya.
"Pelaku adalah salah satu anggota anak punk di Mojokerto. Yang bersangkutan diamankan saat hendak pergi ke Solo," kata Kapolres Mojokerto AKBP Dony Aleksander saat konferensi pers, Jumat (1/4/2021).
Berdasarkan pengakuan DMP, aksi penganiayaan brutal yang dilakukannya itu lantaran rasa sakit hati. Ia mengaku kerap dibandingkan dengan anak tetangga oleh kedua orang tua mereka. Selain itu, pelaku merasa iri hati dengan sang adik karena diperlakukan berbeda.
Akibat kejadian itu, Sugianto (52) dan Tatik Kuswatin (40) orang tua DMP serta adiknya berinisial Dy (8) mengalami luka parah . Mereka harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat pukulan benda tumpul itu.
Remaja berusia 17 tahun itu diamankan petugas selang beberapa jam pasca melakukan penganiayaan. Ia ditangkap petugas di Terminal Kertajaya Mojokerto saat hendak kabur ke luar kota. Ketika itu ia bersama dengan rekan-rekannya.
"Pelaku adalah salah satu anggota anak punk di Mojokerto. Yang bersangkutan diamankan saat hendak pergi ke Solo," kata Kapolres Mojokerto AKBP Dony Aleksander saat konferensi pers, Jumat (1/4/2021).
Berdasarkan pengakuan DMP, aksi penganiayaan brutal yang dilakukannya itu lantaran rasa sakit hati. Ia mengaku kerap dibandingkan dengan anak tetangga oleh kedua orang tua mereka. Selain itu, pelaku merasa iri hati dengan sang adik karena diperlakukan berbeda.